IDENTITAS
NAMA GURU : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
HARI/TANGGAL : RABU, 14 OKTOBER 2026
FASE / KELAS : FASE D / IXD, IXB, DAN IXC
MATERI : TEKS REKON
PERTEMUAN KE : 2
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, atau pesan dari teks rekon lisan/audio (seperti wawancara, berita, atau cerita pengalaman orang lain) untuk menemukan fakta, kronologi peristiwa, dan gagasan utama.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Peserta didik dapat menganalisis urutan kronologis peristiwa dari paparan teks rekon lisan (misal: rekaman wawancara atau cerita pengalaman) secara runtut.
· Mindful (Berkesadaran) :
Peserta didik menyimak paparan teks rekon lisan (seperti rekaman wawancara atau cerita pengalaman) dengan penuh kesadaran diri dan fokus utuh, memusatkan perhatian secara cermat untuk mengidentifikasi kata kunci penanda waktu (chronological markers), memisahkan fakta utama dari detail pendukung, serta melacak alur kejadian secara runtut tanpa terdistraksi.
· Meaningful (Bermakna) :
Peserta didik menghubungkan alur peristiwa yang didengar dengan logika sebab-akibat serta pengalaman nyata kehidupan sehari-hari, sehingga mereka memahami pentingnya keteraturan kronologi dalam menyampaikan informasi serta mampu mengevaluasi dampak perubahan urutan peristiwa terhadap keutuhan makna cerita.
· Joyful (Menyenangkan) :
Peserta didik terlibat aktif dalam aktivitas kolaboratif yang interaktif dan menyenangkan—seperti tantangan "Detektif Kronologi" (jigsaw listening untuk menyusun kembali alur peristiwa yang diacak) atau membuat Peta Kronologi Visual (Timeline Board)—dalam suasana belajar yang suportif, komunikatif, dan penuh apresiasi.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
· Tahap Mengenali Penanda Waktu
Peserta didik mengidentifikasi kata hubung urutan waktu (kemudian, sebelum, setelah itu, pada tahun...) dari audio.
· Tahap Mencatat Peristiwa Penting
Peserta didik menemukan poin-poin kejadian utama (siapa, melakukan apa, kapan) dari rekaman wawancara/pengalaman.
· Tahap Mengurutkan Kejadian
Peserta didik menyusun kembali daftar peristiwa sesuai alur waktu sebenarnya (awal, tengah, dan akhir).
· Tahap Menganalisis Hubungan Kejadian
Peserta didik memeriksa keterkaitan dan logika sebab-akibat antarperistiwa.
· Tahap Menyajikan Ulang Secara Runtut
Peserta didik menceritakan atau mempresentasikan kembali urutan kronologis secara sistematis menggunakan bahasa sendiri.
MATERI PEMBELAJARAN :
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT.
· Al-Khaliq (Maha Pencipta)
Peserta didik memahami bahwa setiap peristiwa, jejak sejarah, dan perjalanan hidup manusia yang dipaparkan dalam teks rekon terjadi dalam ruang dan waktu yang telah dirancang oleh Allah SWT sebagai Al-Khaliq dengan hukum kronologis yang sempurna. Oleh karena itu, dalam menganalisis maupun menyusun urutan peristiwa (kronologi), peserta didik dilatih untuk menghargai keteraturan waktu, kejujuran fakta, serta sistematika alur kejadian.
· Al-Malik (Maha Merajai / Maha Memelihara)
Peserta didik menyadari bahwa seluruh pengalaman, ingatan, kesempatan hidup, serta peristiwa sejarah yang dialami dan dicatat dalam teks rekon berada di bawah kekuasaan dan kepemilikan mutlak Allah SWT sebagai Al-Malik. Kesadaran ini mendorong peserta didik untuk memposisikan diri sebagai penutur/pencatat sejarah yang bijak, menjaga kebenaran informasi, tidak memutarbalikkan fakta, serta mengambil ikhtibar (pelajaran) bernilai moral dari setiap peristiwa.
· Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
Pengalaman masa lalu, pembelajaran hidup, dan wawasan sejarah yang didapatkan melalui pembacaan atau penyimakan teks rekon dimaknai sebagai bagian dari bentuk rezeki immaterial dari Allah SWT sebagai Ar-Razzaq. Peserta didik mensyukuri rezeki berupa ilmu dan hikmah tersebut dengan membagikan kembali cerita rekon secara runtut dan bermakna, sehingga memberikan inspirasi, pemahaman, serta manfaat nyata bagi diri sendiri dan orang banyak.
Berikut adalah tentang materi Teks Prosedur.
Pengertian Teks Rekon
Teks rekon adalah jenis teks yang bertujuan untuk menceritakan kembali suatu peristiwa, pengalaman, atau kejadian yang pernah dialami, baik secara pribadi maupun kelompok. Teks ini bersifat naratif dan memiliki struktur yang jelas, sehingga pembaca dapat memahami alur cerita atau kejadian yang disampaikan.
Dalam pembelajaran bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, teks rekon sering digunakan untuk melatih kita menulis kronologi peristiwa secara runtut dengan menggunakan bahasa yang sesuai kaidah.
Ciri-Ciri Teks Rekon
Teks rekon memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Ciri teks rekon antara lain:
· Berfokus pada individu atau tokoh tertentu. Misalnya, pengalaman liburan seorang siswa atau kisah seorang tokoh sejarah.
· Disampaikan secara kronologis berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa, sehingga pembaca mudah memahami jalannya cerita.
· Menggunakan kata kerja aksi (atau dalam bahasa Inggris disebut action verbs), contoh: berlari, melihat, mengunjungi, dan kata keterangan waktu (atau dalam bahasa Inggris disebut time adverbs), contoh: kemarin, kemudian, setelah itu.
· Memiliki struktur yang runtut, yaitu orientasi, urutan kejadian, dan reorientasi.
· Mengandung detail kejadian yang jelas, agar pembaca bisa membayangkan suasana dan alur cerita dengan baik.
Fungsi Teks Rekon
1. Sebagai dokumentasi pengalaman atau peristiwa
Teks rekon berfungsi menyimpan rekaman pengalaman pribadi atau kejadian penting, sehingga bisa dibaca kembali di masa depan.
2. Untuk berbagi pengalaman dengan orang lain
Lewat teks rekon, seseorang bisa menceritakan kisah yang dialaminya agar orang lain bisa ikut merasakan atau mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
3. Sebagai media pembelajaran bahasa
Menulis teks rekon berarti melatih keterampilan menulis narasi, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kemampuan menggunakan struktur bahasa dengan baik.
4. Meningkatkan kemampuan analisis
Dengan menuliskan peristiwa secara kronologis, kamu juga bisa belajar menganalisis runtutan kejadian, memahami sebab-akibat, dan mengembangkan pemikiran logis.
Unsur-Unsur Teks Rekon
1. Informasi tentang Waktu dan Tempat Kejadian
Teks rekon harus mencantumkan kapan dan di mana peristiwa terjadi. Unsur ini membantu pembaca membayangkan suasana cerita serta menempatkan peristiwa pada konteks yang tepat.
Contoh: “Pada liburan semester lalu, tepatnya bulan Juni 2023, aku pergi ke Bali bersama keluargaku.”
2. Tokoh atau Subjek Utama
Cerita dalam teks rekon biasanya berpusat pada seseorang atau sekelompok tokoh yang mengalami peristiwa tertentu. Penyebutan tokoh penting agar pembaca tahu siapa yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Contoh: “Aku, ayah, ibu, dan adikku, berangkat pagi-pagi sekali menuju bandara.”
3. Urutan Peristiwa yang Logis dan Sistematis
Kejadian dalam teks rekon, disusun berdasarkan kronologi waktu. Urutan yang runtut membantu pembaca memahami jalannya cerita dari awal hingga akhir tanpa kebingungan.
Contoh: “Setelah sampai di hotel, kami langsung beristirahat. Keesokan harinya, kami berkunjung ke Tanah Lot untuk melihat matahari terbenam.”
4. Refleksi atau Kesan Penulis
Bagian ini biasanya muncul di akhir teks sebagai penutup. Refleksi menunjukkan perasaan, pendapat, atau pelajaran yang diperoleh penulis dari pengalaman tersebut. Unsur ini penting untuk memberi nilai emosional atau makna pada cerita.
Contoh: “Liburan ini sangat berkesan bagiku. Selain bisa berkumpul bersama keluarga, aku juga belajar menghargai keindahan alam Indonesia.”
Jenis Teks Rekon
1. Teks Rekon Personal
Teks ini menceritakan kembali pengalaman pribadi seseorang. Isinya bisa berupa perjalanan wisata, kegiatan sehari-hari, atau momen penting dalam hidup penulis. Tujuannya untuk berbagi pengalaman yang bersifat pribadi. Seringkali, disampaikan dengan bahasa yang lebih ekspresif dan subjektif.
Contoh:
“Liburan semester lalu, aku dan keluarga pergi ke Yogyakarta. Kami mengunjungi Candi Borobudur yang megah, lalu mencicipi gudeg khas Jogja. Pengalaman itu sangat berkesan karena menjadi momen pertama kali aku melihat candi secara langsung.”
2. Teks Rekon Faktual
Berbeda dengan personal, teks rekon faktual berisi cerita yang berdasarkan fakta atau peristiwa nyata. Teks ini biasanya digunakan untuk menceritakan kembali kejadian sejarah, berita, atau biografi seorang tokoh penting. Tujuannya, memberikan informasi yang akurat kepada pembaca.
Contoh:
“Pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, disaksikan oleh para tokoh bangsa dan rakyat yang hadir. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
3. Teks Rekon Imajinatif
Teks rekon imajinatif berisi cerita yang bersifat fiksi atau rekaan, yang bersumber dari daya imajinasi penulis. Isinya bisa berupa dongeng, legenda, atau cerita fantasi yang tidak benar-benar terjadi. Tujuannya, untuk menghibur pembaca sekaligus memberikan pesan moral.
Contoh:
“Pada suatu hari di sebuah desa, hiduplah seekor kancil yang cerdik. Ia selalu berhasil mengelabui buaya ketika ingin menyeberangi sungai. Dengan kepintarannya, kancil bisa selamat dan membantu hewan lain yang kesulitan.”
Agar kalian lebih memahami tentang materi Teks Rekon, maka silahkan kalian simak video berikut :
https://youtu.be/hC9q4p5No4w?si=8ozFwD3pJXG7f45d
Media Pembelajaran dan Alat Praga yang digunakan dalam materi pembelajaran Teks Rekon adalah
· Media Audio/Audio-Visual (Rekaman/Video): Sebagai bahan simakan utama untuk mengidentifikasi peristiwa dan penanda waktu.
· Garis Waktu (Timeline Chart): Bagan visual untuk memetakan alur kejadian (siapa, melakukan apa, kapan).
· Kartu Peristiwa (Event Cards): Potongan kartu acak untuk dilatih menyusun urutan kronologis dan hubungan sebab-akibat.
· Media Presentasi (Canva/PPT): Alat bantu visual saat menyajikan atau menceritakan kembali peristiwa secara runtut.
ASESMEN:
Soal 1 (C4 - Menganalisis Fungsi dan Jenis)
Sebuah sekolah menerima dua jenis laporan mengenai kegiatan kemah bakti yang baru saja dilaksanakan:
1. Laporan pertama ditulis oleh ketua panitia dengan memuat data anggaran, absensi peserta, kendala teknis di lapangan, dan kronologi kegiatan dari hari pertama hingga akhir.
2. Laporan kedua ditulis oleh salah satu peserta dalam bentuk buku harian (diary) pribadi yang menceritakan kesan emosional, rasa lelah, dan kebersamaan dengan teman kelompoknya.
Pertanyaan:
Analisis perbedaan fungsi dan jenis teks rekon dari kedua laporan di atas! Mengapa laporan pertama dikategorikan sebagai rekon faktual, sedangkan laporan kedua termasuk rekon pribadi? Jelaskan berdasarkan tujuan pembuatannya!
Soal 2 (C5 - Mengevaluasi Unsur 5W+1H dan Logika Peristiwa)
Baca penggalan teks rekon berikut:
"Pada tanggal 17 Agustus 2025, perayaan HUT RI di Desa Makmur berlangsung meriah. Warga desa berkumpul di lapangan sejak pagi hari. Namun, panitia lupa mencantumkan alasan utama mengapa lomba panjat pinang tahun ini ditiadakan, padahal lomba tersebut selalu menjadi inti acara yang dinanti-nanti warga."
Pertanyaan:
Evaluasilah kelengkapan unsur-unsur teks rekon (5W+1H) pada penggalan teks di atas. Unsur apa yang mengalami kekurangan (rumpang) dan bagaimana dampak kekosongan unsur tersebut terhadap pemenuhan fungsi informatif teks rekon?
Soal 3 (C4 - Menganalisis Ciri Kebahasaan dan Penanda Waktu)
Perhatikan dua kalimat berikut:
· Kalimat A: "Pemerintah membangun jembatan itu. Setelah itu, warga menyeberang."
· Kalimat B: "Sebelum jembatan penghubung antarprovinsi tersebut diresmikan pada akhir tahun 2023, warga harus menggunakan perahu kayu yang memakan waktu tempuh hingga satu jam."
Pertanyaan:
Bandingkan ciri kebahasaan kedua kalimat tersebut dalam merepresentasikan karakteristik teks rekon! Kalimat manakah yang menunjukkan ciri teks rekon yang lebih baik dan matang dari segi kepaduan informasi dan penggunaan penanda waktu? Berikan alasannya!
Soal 4 (C5 - Mengevaluasi Campuran Jenis Rekon Imajinatif & Faktual)
Sebuah cerpen sejarah (rekon imajinatif) menceritakan perjuangan pahlawan nasional dengan menambahkan dialog fiktif, latar tempat dramatis yang dilebih-lebihkan, serta emosi tokoh yang tidak tercatat dalam buku sejarah asli (rekon faktual).
Pertanyaan:
Evaluasi batas etis dan fungsi dari Teks Rekon Imajinatif dibandingkan dengan Teks Rekon Faktual. Sampai sejauh mana penulis rekon imajinatif boleh mengubah fakta sejarah demi kepentingan estetika cerita tanpa menghilangkan esensi kebenaran peristiwa aslinya?
Soal 5 (C6 - Mengkreasi Konsep Teks Rekon Berdasarkan Pengertian & Unsur)
Pilihlah salah satu pengalaman penting di sekolahmu (misalnya: kegiatan pemilihan ketua OSIS atau pameran seni). Berdasarkan pengertian dan unsur-unsur pembentuk teks rekon (5W+1H), rancanglah kerangka isi untuk sebuah Teks Rekon Pribadi.
Pertanyaan:
Buatlah kerangka paragraf orientasi (pengenalan) dan urutan peristiwa yang memuat unsur Siapa, Apa, Kapan, Di mana, Mengapa, dan Bagaimana secara terpadu!
KESIMPULAN :
Kesimpulan Materi:
Teks Rekon adalah teks naratif yang menceritakan kembali peristiwa, pengalaman, atau kejadian masa lalu secara runtut dan kronologis. Teks ini berfungsi untuk mendokumentasikan kejadian, berbagi pengalaman, serta melatih kemampuan berbahasa dan berpikir logis.
Ciri utamanya berfokus pada tokoh tertentu, menggunakan kata kerja aksi dan kata keterangan waktu, serta disusun secara sistematis melalui tiga bagian utama: orientasi (pengenalan), urutan kejadian (kronologi), dan reorientasi (kesan/penutup).
Berdasarkan isinya, teks rekon terbagi menjadi tiga jenis:
· Personal: menceritakan pengalaman pribadi (subjektif).
· Faktual: menyajikan kejadian nyata seperti sejarah atau biografi (objektif).
· Imajinatif: menceritakan kisah fiksi atau dongeng untuk menghibur (rekaan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar