Selasa, 06 Oktober 2026

PEMBAHASAN SOAL STS GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS IX

IDENTITAS

NAMA GURU                       : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.

MATA PELAJARAN             : BAHASA INDONESIA

HARI/TANGGAL                  : SELASA, 06 OKTOBER 2026

FASE / KELAS                      : FASE D/ IXA DAN IXD

MATERI                                 : PEMBAHASAN SOAL STS GANJIL KELAS IX


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu menganalisis secara kritis dan merekonstruksi teks deskripsi kompleks untuk menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, dan memproduksi teks prosedur secara mandiri dan kreatif dengan memperhatikan ketepatan struktur dan kaidah kebahasaan agar pesan atau instruksi dapat dipahami secara akurat oleh pembaca atau pendengar.


TUJUAN PEMBELAJARAN:

1.   Peserta didik dapat memahami materi Teks Deskripsi dan Teks Prosedur dari Kisi-Kisi STS Ganjil

2.   Peserta didik dapat mengerjakan soal-soal STS Ganjil dengan baik dan benar

3.   Peserta didik dapat berdiskusi dalam membahas soal-soal STS Ganjil

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mempelajari materi Teks Deskripsi dan Teks Prosedur. Pada hari ini kita akan membahas Kisi-Kisi Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil Bahasa Indonesia .


KISI-KISI SUMATIF TENGAH SEMESTER (STS) GANJIL BAHASA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2026/2027

JENIS SEKOLAH      : SMP

JUMLAH SOAL         : 40

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA

BENTUK SOAL        : PILIHAN GANDA

 

 

PEMBAHASAN SOAL STS GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2026/2027


SOAL STS GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS IX


1.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Teks deskripsi bertujuan untuk melukiskan atau menggambarkan suatu objek secara rinci berdasarkan pengamatan panca indera (bentuk, ukuran, warna, kondisi fisik). Oleh karena itu, untuk mengetahui wujud fisik benteng saat ini, pendekatan deskriptif jauh lebih efektif dibandingkan teks naratif yang fokus pada alur cerita atau urutan peristiwa.

 

2.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Pada Teks A, penulis berperan sebagai pengamat atau pengunjung yang menikmati keindahan alam pantai dari luar. Sementara itu, pada Teks B, penulis memposisikan diri sebagai pihak pengelola atau orang yang bertanggung jawab merawat kebersihan kawasan wisata tersebut.

3.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Watak tokoh yang tidak disebutkan secara langsung (implisit) dapat dilihat dari ciri fisik dan gesturnya. Punggung yang tegap di usia tua, pandangan mata yang tajam, serta tangan yang mengepal menunjukkan ketegasan, kegigihan, dan jiwa pejuang yang kuat.

 

4.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Di dalam teks dijelaskan secara tersurat bahwa daun telinga gajah sumatera yang lebar di habitat hutan tropis basah berfungsi untuk membantu mengatur suhu tubuh agar tetap sejuk di tengah cuaca panas.

 

5.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Bagian identifikasi berfungsi mengenalkan nama objek, lokasi, dan gambaran umum secara ringkas. Kalimat (2) sudah membahas rincian interior dalam (kursi kayu jati dan panggung), yang seharusnya masuk ke dalam struktur "Deskripsi Bagian", sehingga membuat bagian identifikasi menjadi rancu.

 

6.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Pola spasial adalah pola pengembangan rincian yang didasarkan atas ruang atau tempat (dari depan ke belakang, dari atas ke bawah, atau dari luar ke dalam). Dalam teks di atas, penulis merinci ruangan dari depan (pendopo), tengah (pringgitan), hingga belakang (dalem).

 

7.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Rincian teks menggambarkan desa wisata yang asri, bersih, dan indah. Kalimat penutup yang menyatakan tempat itu cocok dijadikan pabrik pengolahan limbah sangat tidak selaras, ambigu, dan merusak kesan keseluruhan teks deskripsi yang memuji keindahan alam serta budaya desa.

 

 

8.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Kata konkret adalah kata yang acuannya dapat diserap oleh panca indera (bisa dilihat, diraba, didengar). Perubahan dari kalimat abstrak (banyak benda menarik) ke kalimat konkret (pohon mangga, rumput hijau, embun pagi) membuat bayangan pembaca terhadap objek menjadi jauh lebih jelas dan nyata.

 

9.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang membandingkan benda mati atau alam seolah-olah bernyawa dan berperilaku seperti manusia. Frasa "ombak berkejaran dengan riang" melukiskan gerakan ombak yang datang silih berganti secara dinamis layaknya manusia yang sedang bermain kejar-kejaran.

 

10.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Pleonasme adalah pemakaian kata yang mubazir (berlebihan). Frasa "sebuah tempat destinasi" dan "sangat ... sekali" adalah pemborosan kata. Kalimat yang efektif cukup menggunakan "destinasi wisata alam yang sangat indah" atau "tempat wisata yang indah".

 

11.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Kalimat utama di awal paragraf menyatakan fungsi umum ekor sebagai alat keseimbangan. Kalimat-kalimat berikutnya bertindak sebagai penjelas rincian yang menguraikan secara spesifik bagaimana gerakan ekor tersebut membantu kucing saat melompat.

 

12.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Berdasarkan PUEBI/EYD, nama unsur geografi yang diikuti nama diri harus ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertamanya, begitu pula nama tempat/wilayah. Penulisan yang benar adalah Gunung Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Kata "di" sebagai kata depan juga harus dipisah (namun dalam kalimat ini "di taman nasional" sudah benar secara bentuk, tetapi huruf kapitalnya salah).

 

13.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Objek yang bernilai literasi tinggi dan ideal untuk teks deskripsi adalah objek yang hidup dan melibatkan banyak panca indera (penglihatan, pendengaran, penciuman). Kantin sekolah pada jam istirahat sangat kaya unsur sensorik sehingga sangat menarik untuk dituangkan ke dalam tulisan deskripsi.

 

14.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Struktur teks deskripsi yang runtut dimulai dari Identifikasi/pengenalan umum (nomor 2), dilanjutkan dengan Deskripsi Bagian fisik/lingkungan seperti akar (nomor 1) dan fauna di dalamnya (nomor 4), lalu ditutup dengan Simpulan/Kesan penutup (nomor 3). Jadi urutan yang benar adalah 2 - 1 - 4 - 3.

 

15.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Pilihan B secara kreatif mengembangkan kerangka dengan memadukan unsur panca indera penciuman (aroma bumbu dapur), pendengaran (suara tawar-menawar), dan penglihatan (sayuran hijau segar), yang sangat sesuai dengan ciri khas suasana pasar tradisional.

 

16.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Teks tersebut mendiskripsikan keindahan Tari Sigek Pengunten (pakaian adat, gerak jemari, nuansa keemasan). Kalimat yang paling nyambung dan koheren untuk melengkapi rincian penampilan penari tradisional Lampung adalah rincian mahkota Siger emas di kepala mereka.

 

17.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Urutan spasial pengamatan objek wisata yang logis dimulai dari pengenalan umum objek (2), lalu posisi kedatangan pengunjung ke lokasi (4), kemudian beralih ke objek utama yang disaksikan seperti asap kawah (1), dan diperinci dengan kondisi dinding kawah (3). Jadi susunan yang tepat adalah 2 - 4 - 1 - 3.

 

18.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Kalimat asli ("melihat banyak sekali berbagai macam jenis ... yang indah-indah sekali") penuh dengan pemborosan kata (pleonasme). Kata "banyak", "berbagai", "macam", "jenis", dan akhiran "-indah sekali" tumpang tindih maknanya. Perbaikan yang efektif dan ringkas adalah "Kami melihat berbagai jenis tanaman anggrek yang indah di kebun raya".

 

19.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Berdasarkan kaidah PUEBI/EYD, nama tempat dan wilayah (Pantai Kuta, Bali, Indonesia) harus diawali dengan huruf kapital. Awal kalimat juga harus menggunakan huruf kapital, dan tanda baca titik di akhir kalimat sudah tepat. Pilihan A adalah perbaikan yang sempurna.

 

20.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Teks mendeskripsikan perubahan lanskap dari hutan (penahan air) menjadi bangunan beton dan hilangnya vegetasi. Implikasi logis dari hilangnya vegetasi penahan air adalah air hujan langsung meluncur deras, yang berisiko besar memicu bencana lingkungan seperti banjir dan tanah longsor di dataran rendah.

 

21.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Teks prosedur berisi petunjuk melakukan atau membuat sesuatu. Jika instruksi ditulis secara buruk atau tidak akurat, pengguna berisiko melakukan kesalahan fatal yang dapat merusak alat, gagal mencapai tujuan, atau bahkan membahayakan keselamatan diri sendiri.

 

 

22.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Ciri khas teks prosedur yang baik adalah kemudahannya untuk dipraktikkan. Format dengan poin bernomor, sub-judul jelas, dan bahasa sederhana (seperti pada Teks B) jauh lebih efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat awam dibandingkan teks berbentuk paragraf padat beristilah rumit.

 

23.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Dalam prosedur membuat pot tanaman dari botol bekas, lubang drainase di bagian bawah sangat krusial agar air penyiraman tidak menggenang dan menyebabkan akar busuk. Tidak melubangi bagian bawah pot merupakan kesalahan prosedur yang membuat tanaman cepat mati (gagal).

 

24.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Teks prosedur cara melakukan kegiatan (seperti senam) menuntut urutan logis dari persiapan tubuh (posisi awal), gerakan inti (tangan dan pernapasan), hingga gerakan penutup peregangan secara sistematis agar tidak cedera.

 

25.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Elemen pemanas listrik memerlukan media air untuk menyerap panas yang dihasilkannya. Jika dinyalakan dalam kondisi tangki kosong, komponen pemanas akan mengalami panas berlebih (overheating) yang dapat merusak mesin atau memicu kebakaran.

 

26.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Bagian tujuan/pendahuluan dalam teks prosedur berfungsi untuk mengenalkan topik, membangun kesadaran akan pentingnya hal tersebut, serta memotivasi pembaca untuk mengikuti langkah-langkah selanjutnya. Teks di atas sangat efektif karena mengaitkan bahaya penyakit dengan solusi praktis pencegahannya.

 

27.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Dalam teks prosedur membuat sesuatu (terutama resep makanan), kejelasan takaran bahan (gram, mililiter, butir) sangat penting. Takaran yang abstrak seperti "secukupnya saja" atau "sesuka hati" akan membingungkan pembaca pemula dan berakibat pada kegagalan hasil masakan.

 

28.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Prinsip kronologis prosedur pembuatan menuntut urutan dari bahan mentah dipotong (3), direkatkan menjadi bentuk (2), baru kemudian dicat (1), dan dikeringkan (4). Susunan asli di atas tidak logis karena mengecat benda yang belum dipotong dan dilem.

 

29.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Bagian penegasan ulang di akhir teks prosedur berfungsi untuk menegaskan kembali manfaat jika instruksi dilakukan serta memberikan motivasi penutup agar pembaca tergerak untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

30.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Kalimat imperatif (kalimat perintah) berfungsi untuk memberikan instruksi yang tegas dan langsung mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan fisik secara nyata sesuai tahapan prosedur yang sedang dikerjakan.

 

31.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Konjungsi temporal harus menunjukkan urutan waktu yang logis. Kalimat asli kontradiktif (menyuruh memasukkan daging sebelum air mendidih, tetapi di kalimat yang sama menyebut air sudah mendidih). Perbaikan yang logis menggunakan konjungsi "Setelah air mendidih, masukkan daging...".

 

32.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Verba material adalah kata kerja fisik yang nyata gerakannya (seperti duduk, memejamkan, memotong). Sebaliknya, verba tingkah laku adalah kata kerja yang menyatakan pemahaman, perasaan, atau aktivitas mental yang tidak tampak secara fisik (seperti rasakan, nikmati, pahami, pikirkan).

 

33.    Kunci Jawaban: B

Pembahasan: Menghadapi masalah sampah organik (sisa sayuran/buah), ide kreatif bernilai literasi tinggi yang solutif adalah merancang teks prosedur pembuatan pupuk kompos. Hal ini mengedukasi siswa dalam mengolah limbah menjadi produk berguna.

 

34.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Prosedur darurat bencana harus dimulai dari reaksi mental awal saat gempa terjadi (tetap tenang & lindungi kepala di nomor 2), mencari perlindungan fisik terdekat (berlindung di bawah meja di nomor 1), menghindari bahaya sekitar (jauhi kaca/tiang di nomor 4), hingga evakuasi setelah gempa reda (nomor 3). Urutan yang tepat adalah 2 - 1 - 4 - 3.

 

35.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Pengembangan kerangka menjadi teks prosedur operasional harus menggunakan bahasa yang komunikatif, runtut dengan penanda urutan (Pertama, Kedua, Terakhir), serta memberikan penjelasan tombol yang jelas agar mudah dipraktikkan pembaca.

 

36.    Kunci Jawaban: C

Pembahasan: Teks sedang memandu cara memasak rendang. Setelah bumbu dan santan dipanaskan (langkah 2), langkah inti berikutnya yang konsisten adalah memasukkan potongan daging sapi ke dalam wajan agar bumbunya meresap sebelum santan mengering.

 

37.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Urutan logis perakitan alat (dari bawah ke atas atau persiapan): menyiapkan wadah/pipa (2), memasukkan lapisan dasar paling bawah yaitu ijuk dan pasir (1), menyusun lapisan tengah yaitu kerikil dan arang (4), dan terakhir tahap pengujian mengalirkan air ke dalam alat (3). Susunan yang tepat adalah 2 - 1 - 4 - 3.

 

38.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Teks prosedur teknis menuntut kejelasan mutlak (tidak boleh ada pilihan "kanan atau kiri" atau "kencang atau longgar sesuai selera"). Perbaikan yang tepat harus memberikan kepastian arah dan hasil, yaitu diputar ke kanan hingga kencang agar kuat.

 

39.    Kunci Jawaban: A

Pembahasan: Dalam kaidah bahasa Indonesia (PUEBI/EYD), rincian ke bawah yang berupa kelompok kata atau frasa dalam bentuk daftar dipisahkan menggunakan tanda titik koma (;) di setiap akhir barisnya, dan diakhiri dengan tanda titik (.) pada unsur yang paling akhir. Penulisan pada soal sudah sesuai kaidah tersebut.

 

40.    Kunci Jawaban: D

Pembahasan: Keberhasilan praktik secara nyata oleh pembaca (siswa) tanpa kendala membuktikan bahwa teks prosedur tersebut memiliki kualitas keterbacaan yang sangat baik, instruksi yang runtut, akurat, dan logis sehingga mudah dipraktikkan (berhasil guna).