Selasa, 27 Oktober 2026

STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS REKON

IDENTITAS

NAMA GURU                       : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.

MATA PELAJARAN             : BAHASA INDONESIA 

HARI/TANGGAL                  : SELASA, 27 OKTOBER 2026

FASE / KELAS                      : FASE D / IXA DAN IXD

MATERI                                 : STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS REKON

PERTEMUAN KE                 : 5


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari teks rekon (faktual, pribadi, maupun imajinatif) untuk menemukan struktur teks (orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi) serta mengidentifikasi kaidah kebahasaan yang digunakan di dalamnya dengan kritis dan cermat.



TUJUAN PEMBELAJARAN : 

Peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, serta mengidentifikasi isi, struktur (orientasi, urutan peristiwa/insiden, dan reorientasi), dan kaidah kebahasaan dari berbagai jenis teks rekon (faktual, pribadi, maupun imajinatif) secara kritis dan cermat.

·    Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik membaca atau menyimak teks rekon dengan penuh kesadaran diri dan fokus utuh, memusatkan perhatian secara cermat untuk mengidentifikasi bagian-bagian struktur teks (orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi) serta mengenali unsur kaidah kebahasaan spesifik (seperti konjungsi temporal, kata kerja aksi, dan keterangan waktu lampau) secara teliti tanpa terdistraksi.


·    Meaningful (Bermakna) : Peserta didik menghubungkan isi, struktur, dan kaidah kebahasaan teks rekon dengan fungsi komunikatifnya dalam kehidupan nyata seperti bagaimana sebuah pengalaman pribadi atau peristiwa faktual disusun secara runut agar pembaca dapat mengambil hikmah, memahami pesan, atau merefleksikan nilai-nilai dari kejadian masa lalu tersebut.

·     Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik terlibat aktif dalam aktivitas pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan seperti permainan peran (role-play), bedah struktur teks menggunakan media warna (color-coding pada teks rekon), atau tantangan menyusun puzzle potongan teks acak menjadi teks rekon yang utuh dalam suasana kelas yang kolaboratif, suportif, dan penuh apresiasi.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN : 

·     Tahap Memahami Informasi dan Identifikasi Isi Teks Rekon

Peserta didik mampu mengidentifikasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, atau pesan dari teks rekon (faktual, pribadi, maupun imajinatif) secara cermat.


·     Tahap Menganalisis Struktur Teks Rekon

Peserta didik mampu menganalisis dan menentukan bagian-bagian struktur teks rekon, yang meliputi orientasi, urutan peristiwa/insiden, dan reorientasi, secara kritis.


·     Tahap Mengevaluasi Kaidah Kebahasaan Teks Rekon

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis kaidah kebahasaan (seperti penggunaan keterangan waktu lampau, konjungsi temporal, kata kerja aksi, dan unsur kebahasaan khas lainnya) yang terdapat dalam teks rekon.


·     Tahap Mengevaluasi dan Menyimpulkan Keterkaitan Struktur dan Kebahasaan

Peserta didik mampu mengevaluasi kesesuaian isi teks rekon dengan ketepatan penggunaan struktur teks serta kaidah kebahasaannya secara kritis dan objektif.



MATERI PEMBELAJARAN : 

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT.

·     Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Peserta didik memahami bahwa struktur teks rekon yang terbangun dari bagian orientasi, urutan peristiwa, hingga reorientasi mencerminkan keteraturan dan sistematika ciptaan Allah SWT, Al-Khaliq, yang merancang segala kejadian di alam semesta dengan pola yang runtut dan harmonis. Oleh karena itu, dalam menganalisis maupun menyusun struktur teks rekon, peserta didik dilatih untuk menghargai sistematika alur kejadian, menjaga logika berpikir yang sistematis, serta mensyukuri akal pikiran untuk memahami ciptaan dan ketetapan-Nya melalui jejak peristiwa.

 

·     Al-Malik (Maha Merajai / Maha Memelihara)

Peserta didik menyadari bahwa setiap bentuk kata, susunan kalimat, dan aturan kaidah kebahasaan (seperti penggunaan kata kerja aksi, konjungsi temporal, dan kalimat lampau) yang digunakan dalam menyusun teks rekon berada di bawah kekuasaan dan keluasan ilmu Allah SWT sebagai Al-Malik, Sang Pemilik Mutlak Bahasa dan Pengetahuan. Kesadaran ini mendorong peserta didik untuk memperlakukan bahasa dan informasi secara bijak dan bertanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran fakta, serta tidak memanipulasi kebenaran dalam setiap penulisan sejarah atau pengalaman.

 

·     Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Kemampuan memahami kaidah kebahasaan serta ketepatan menganalisis struktur teks rekon dimaknai sebagai anugerah dan rezeki immaterial berupa kecerdasan berbahasa dari Allah SWT sebagai Ar-Razzaq. Peserta didik mensyukuri rezeki ilmu tersebut dengan menggunakan keterampilan berbahasa yang baik dan benar untuk menyampaikan informasi secara jelas, inspiratif, dan bermanfaat bagi sesama manusia.

 

Berikut adalah tentang materi Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur.

Struktur Teks Rekon

Teks rekon memiliki struktur yang memudahkan dalam membaca atau membuat teks rekon yang runtut dan jelas. Berikut struktur teks rekon yang perlu kamu ketahui: 

1.   Orientasi

Orientasi merupakan bagian awal teks yang memberikan pengenalan tentang peristiwa, seperti siapa yang terlibat, di mana, dan kapan kejadian itu terjadi. Bagian orientasi membantu pembaca memahami konteks cerita.

 

Contoh:

“Pada liburan semester lalu, aku dan keluargaku berkunjung ke Pantai Parangtritis di Yogyakarta. Kami berangkat pada pagi hari dengan mobil pribadi. Suasana pagi itu cerah, dan kami semua sangat bersemangat untuk berlibur bersama setelah sekian lama tidak bepergian.”

 

Penjelasan:

Bagian ini memperkenalkan siapa (aku dan keluarga), di mana (Pantai Parangtritis), dan kapan (liburan semester lalu) peristiwa terjadi.

 

2.   Urutan Peristiwa

Bagian ini menjelaskan kejadian atau peristiwa secara berurutan, dari awal sampai akhir. Bagian ini disusun secara kronologis, agar pembaca dapat mengikuti alur ceritanya dengan jelas.

 

Contoh:

“Setelah menempuh perjalanan selama lima jam, kami tiba di pantai sekitar pukul 10.00 pagi. Angin laut berhembus sejuk, dan ombaknya bergulung tinggi. Kami langsung berjalan-jalan di tepi pantai sambil menikmati pemandangan. Aku dan adikku bermain pasir dan membuat istana kecil, sedangkan orang tuaku duduk di tikar sambil menikmati kelapa muda. Setelah puas bermain, kami makan siang bersama di warung dekat pantai yang menyajikan ikan bakar segar.”

Penjelasan:

Bagian ini menceritakan rangkaian peristiwa secara kronologis dari awal sampai akhir.

 

3.   Reorientasi

Bagian reorientasi atau penutup biasanya memberikan kesimpulan atau komentar singkat dari penulis tentang peristiwa tersebut. Kadang bisa juga berupa refleksi atau penilaian terhadap kejadian yang diceritakan.

 

Contoh:

“Liburan ke Pantai Parangtritis menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku. Selain bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, aku juga merasa lebih segar setelah menikmati suasana pantai. Aku berharap kami bisa kembali ke sana suatu hari nanti.”

 

Penjelasan:

Bagian ini berisi komentar atau refleksi penulis terhadap peristiwa yang telah terjadi.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Rekon

Teks rekon memiliki beberapa ciri kebahasaan yang membedakannya dengan jenis teks lain.

Berikut adalah ciri-ciri teks rekon: 

1.  Menggunakan keterangan waktu menunjukkan peristiwanya sudah terjadi. Misal, kemarin, bulan lalu, minggu lalu, pada bulan Januari, atau tahun lalu.

2.   Menggunakan kata kerja, contoh: memasak, menulis, menyapu, berbicara, bermain, dan lainnya. 

3.   Menggunakan kata sifat, contoh: besar, tinggi, panas, cepat, bahagia, basah, dan lainnya.

4.   Menggunakan konjungsi urutan kejadian (kata hubung urutan), contoh: setelah itu, kemudian, lalu, selanjutnya, dan lainnya. 

5.  Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rincian waktu, tempat dan urutan kejadian. Contoh: pagi itu, di rumah, malam hari, di kantor, dan lainnya.  

6.   Terdapat isi kegiatan yang dilakukan secara urut.


Agar kalian lebih memahami tentang materi Teks Rekon, maka silahkan kalian simak video berikut :

https://youtu.be/hC9q4p5No4w?si=8ozFwD3pJXG7f45d



Media Pembelajaran dan Alat Praga yang digunakan dalam materi pembelajaran Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Rekon adalah penggunaan media audiovisual seperti video dokumenter atau infografis interaktif menjadi pilihan utama karena mampu menarik perhatian peserta didik dan memudahkan mereka menangkap gagasan utama secara utuh. Selanjutnya, pada tahap menganalisis struktur, digunakan media puzzle teks acak dan papan kronologi (timeline board) agar peserta didik dapat secara fisik memetakan bagian orientasi, urutan peristiwa, serta reorientasi secara logis. Untuk mengevaluasi kaidah kebahasaan, diterapkan teknik color-coding (penandaan warna menggunakan stabilo) yang dipadukan dengan kuis digital interaktif, sehingga identifikasi kata kerja aksi, konjungsi temporal, dan kalimat lampau menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Terakhir, pada tahap evaluasi dan penyimpulan, digunakan lembar matriks evaluasi sejawat (peer-review) yang melatih peserta didik berpikir kritis untuk menilai kesepaduan antara struktur dan kaidah kebahasaan secara objektif.



ASESMEN:

Bentuklah dalam beberapa kelompok, kemudian analisislah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Rekon yang telah disediakan



KESIMPULAN :

Kesimpulan Materi:

Teks rekon (cerita ulang) merupakan jenis teks yang dirancang untuk menyampaikan kembali kejadian atau pengalaman masa lalu secara runtut, yang pembangunannya ditopang oleh struktur dan kaidah kebahasaan yang khas. Dari segi struktur, teks rekon diawali dengan orientasi sebagai pengantar yang memperkenalkan latar belakang peristiwa meliputi siapa, di mana, dan kapan kejadian berlangsung kemudian dilanjutkan dengan urutan peristiwa yang memaparkan rangkaian kejadian secara kronologis dari awal hingga akhir, dan diakhiri dengan reorientasi yang menyajikan kesimpulan, komentar pribadi, atau refleksi dari penulis. Sementara itu, dari segi kebahasaan, teks rekon dicirikan oleh penggunaan keterangan waktu lampau, kata kerja untuk menyatakan tindakan, kata sifat untuk menggambarkan keadaan, konjungsi urutan kejadian untuk merangkai alur waktu, serta keterangan rincian waktu dan tempat yang memperjelas konteks kegiatan yang dilakukan secara berurutan.



Senin, 26 Oktober 2026

STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS REKON

IDENTITAS

NAMA GURU                       : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.

MATA PELAJARAN             : BAHASA INDONESIA 

HARI/TANGGAL                  : SENIN, 26 OKTOBER 2026

FASE / KELAS                      : FASE D / IXC DAN IXB

MATERI                                 : STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS REKON

PERTEMUAN KE                 : 5


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari teks rekon (faktual, pribadi, maupun imajinatif) untuk menemukan struktur teks (orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi) serta mengidentifikasi kaidah kebahasaan yang digunakan di dalamnya dengan kritis dan cermat.



TUJUAN PEMBELAJARAN : 

Peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, serta mengidentifikasi isi, struktur (orientasi, urutan peristiwa/insiden, dan reorientasi), dan kaidah kebahasaan dari berbagai jenis teks rekon (faktual, pribadi, maupun imajinatif) secara kritis dan cermat.

·    Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik membaca atau menyimak teks rekon dengan penuh kesadaran diri dan fokus utuh, memusatkan perhatian secara cermat untuk mengidentifikasi bagian-bagian struktur teks (orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi) serta mengenali unsur kaidah kebahasaan spesifik (seperti konjungsi temporal, kata kerja aksi, dan keterangan waktu lampau) secara teliti tanpa terdistraksi.


·    Meaningful (Bermakna) : Peserta didik menghubungkan isi, struktur, dan kaidah kebahasaan teks rekon dengan fungsi komunikatifnya dalam kehidupan nyata seperti bagaimana sebuah pengalaman pribadi atau peristiwa faktual disusun secara runut agar pembaca dapat mengambil hikmah, memahami pesan, atau merefleksikan nilai-nilai dari kejadian masa lalu tersebut.

·     Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik terlibat aktif dalam aktivitas pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan seperti permainan peran (role-play), bedah struktur teks menggunakan media warna (color-coding pada teks rekon), atau tantangan menyusun puzzle potongan teks acak menjadi teks rekon yang utuh dalam suasana kelas yang kolaboratif, suportif, dan penuh apresiasi.

 

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN : 

·     Tahap Memahami Informasi dan Identifikasi Isi Teks Rekon

Peserta didik mampu mengidentifikasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, atau pesan dari teks rekon (faktual, pribadi, maupun imajinatif) secara cermat.


·     Tahap Menganalisis Struktur Teks Rekon

Peserta didik mampu menganalisis dan menentukan bagian-bagian struktur teks rekon, yang meliputi orientasi, urutan peristiwa/insiden, dan reorientasi, secara kritis.


·     Tahap Mengevaluasi Kaidah Kebahasaan Teks Rekon

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis kaidah kebahasaan (seperti penggunaan keterangan waktu lampau, konjungsi temporal, kata kerja aksi, dan unsur kebahasaan khas lainnya) yang terdapat dalam teks rekon.


·     Tahap Mengevaluasi dan Menyimpulkan Keterkaitan Struktur dan Kebahasaan

Peserta didik mampu mengevaluasi kesesuaian isi teks rekon dengan ketepatan penggunaan struktur teks serta kaidah kebahasaannya secara kritis dan objektif.



MATERI PEMBELAJARAN : 

Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT.

·     Al-Khaliq (Maha Pencipta)

Peserta didik memahami bahwa struktur teks rekon yang terbangun dari bagian orientasi, urutan peristiwa, hingga reorientasi mencerminkan keteraturan dan sistematika ciptaan Allah SWT, Al-Khaliq, yang merancang segala kejadian di alam semesta dengan pola yang runtut dan harmonis. Oleh karena itu, dalam menganalisis maupun menyusun struktur teks rekon, peserta didik dilatih untuk menghargai sistematika alur kejadian, menjaga logika berpikir yang sistematis, serta mensyukuri akal pikiran untuk memahami ciptaan dan ketetapan-Nya melalui jejak peristiwa.

 

·     Al-Malik (Maha Merajai / Maha Memelihara)

Peserta didik menyadari bahwa setiap bentuk kata, susunan kalimat, dan aturan kaidah kebahasaan (seperti penggunaan kata kerja aksi, konjungsi temporal, dan kalimat lampau) yang digunakan dalam menyusun teks rekon berada di bawah kekuasaan dan keluasan ilmu Allah SWT sebagai Al-Malik, Sang Pemilik Mutlak Bahasa dan Pengetahuan. Kesadaran ini mendorong peserta didik untuk memperlakukan bahasa dan informasi secara bijak dan bertanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran fakta, serta tidak memanipulasi kebenaran dalam setiap penulisan sejarah atau pengalaman.

 

·     Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)

Kemampuan memahami kaidah kebahasaan serta ketepatan menganalisis struktur teks rekon dimaknai sebagai anugerah dan rezeki immaterial berupa kecerdasan berbahasa dari Allah SWT sebagai Ar-Razzaq. Peserta didik mensyukuri rezeki ilmu tersebut dengan menggunakan keterampilan berbahasa yang baik dan benar untuk menyampaikan informasi secara jelas, inspiratif, dan bermanfaat bagi sesama manusia.

 

Berikut adalah tentang materi Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur.

Struktur Teks Rekon

Teks rekon memiliki struktur yang memudahkan dalam membaca atau membuat teks rekon yang runtut dan jelas. Berikut struktur teks rekon yang perlu kamu ketahui: 

1.   Orientasi

Orientasi merupakan bagian awal teks yang memberikan pengenalan tentang peristiwa, seperti siapa yang terlibat, di mana, dan kapan kejadian itu terjadi. Bagian orientasi membantu pembaca memahami konteks cerita.

 

Contoh:

“Pada liburan semester lalu, aku dan keluargaku berkunjung ke Pantai Parangtritis di Yogyakarta. Kami berangkat pada pagi hari dengan mobil pribadi. Suasana pagi itu cerah, dan kami semua sangat bersemangat untuk berlibur bersama setelah sekian lama tidak bepergian.”

 

Penjelasan:

Bagian ini memperkenalkan siapa (aku dan keluarga), di mana (Pantai Parangtritis), dan kapan (liburan semester lalu) peristiwa terjadi.

 

2.   Urutan Peristiwa

Bagian ini menjelaskan kejadian atau peristiwa secara berurutan, dari awal sampai akhir. Bagian ini disusun secara kronologis, agar pembaca dapat mengikuti alur ceritanya dengan jelas.

 

Contoh:

“Setelah menempuh perjalanan selama lima jam, kami tiba di pantai sekitar pukul 10.00 pagi. Angin laut berhembus sejuk, dan ombaknya bergulung tinggi. Kami langsung berjalan-jalan di tepi pantai sambil menikmati pemandangan. Aku dan adikku bermain pasir dan membuat istana kecil, sedangkan orang tuaku duduk di tikar sambil menikmati kelapa muda. Setelah puas bermain, kami makan siang bersama di warung dekat pantai yang menyajikan ikan bakar segar.”

Penjelasan:

Bagian ini menceritakan rangkaian peristiwa secara kronologis dari awal sampai akhir.

 

3.   Reorientasi

Bagian reorientasi atau penutup biasanya memberikan kesimpulan atau komentar singkat dari penulis tentang peristiwa tersebut. Kadang bisa juga berupa refleksi atau penilaian terhadap kejadian yang diceritakan.

 

Contoh:

“Liburan ke Pantai Parangtritis menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku. Selain bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, aku juga merasa lebih segar setelah menikmati suasana pantai. Aku berharap kami bisa kembali ke sana suatu hari nanti.”

 

Penjelasan:

Bagian ini berisi komentar atau refleksi penulis terhadap peristiwa yang telah terjadi.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Rekon

Teks rekon memiliki beberapa ciri kebahasaan yang membedakannya dengan jenis teks lain.

Berikut adalah ciri-ciri teks rekon: 

1.  Menggunakan keterangan waktu menunjukkan peristiwanya sudah terjadi. Misal, kemarin, bulan lalu, minggu lalu, pada bulan Januari, atau tahun lalu.

2.   Menggunakan kata kerja, contoh: memasak, menulis, menyapu, berbicara, bermain, dan lainnya. 

3.   Menggunakan kata sifat, contoh: besar, tinggi, panas, cepat, bahagia, basah, dan lainnya.

4.   Menggunakan konjungsi urutan kejadian (kata hubung urutan), contoh: setelah itu, kemudian, lalu, selanjutnya, dan lainnya. 

5.  Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rincian waktu, tempat dan urutan kejadian. Contoh: pagi itu, di rumah, malam hari, di kantor, dan lainnya.  

6.   Terdapat isi kegiatan yang dilakukan secara urut.


Agar kalian lebih memahami tentang materi Teks Rekon, maka silahkan kalian simak video berikut :

https://youtu.be/hC9q4p5No4w?si=8ozFwD3pJXG7f45d



Media Pembelajaran dan Alat Praga yang digunakan dalam materi pembelajaran Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Rekon adalah penggunaan media audiovisual seperti video dokumenter atau infografis interaktif menjadi pilihan utama karena mampu menarik perhatian peserta didik dan memudahkan mereka menangkap gagasan utama secara utuh. Selanjutnya, pada tahap menganalisis struktur, digunakan media puzzle teks acak dan papan kronologi (timeline board) agar peserta didik dapat secara fisik memetakan bagian orientasi, urutan peristiwa, serta reorientasi secara logis. Untuk mengevaluasi kaidah kebahasaan, diterapkan teknik color-coding (penandaan warna menggunakan stabilo) yang dipadukan dengan kuis digital interaktif, sehingga identifikasi kata kerja aksi, konjungsi temporal, dan kalimat lampau menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Terakhir, pada tahap evaluasi dan penyimpulan, digunakan lembar matriks evaluasi sejawat (peer-review) yang melatih peserta didik berpikir kritis untuk menilai kesepaduan antara struktur dan kaidah kebahasaan secara objektif.



ASESMEN:

Bentuklah dalam beberapa kelompok, kemudian analisislah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Rekon yang telah disediakan



KESIMPULAN :

Kesimpulan Materi:

Teks rekon (cerita ulang) merupakan jenis teks yang dirancang untuk menyampaikan kembali kejadian atau pengalaman masa lalu secara runtut, yang pembangunannya ditopang oleh struktur dan kaidah kebahasaan yang khas. Dari segi struktur, teks rekon diawali dengan orientasi sebagai pengantar yang memperkenalkan latar belakang peristiwa meliputi siapa, di mana, dan kapan kejadian berlangsung kemudian dilanjutkan dengan urutan peristiwa yang memaparkan rangkaian kejadian secara kronologis dari awal hingga akhir, dan diakhiri dengan reorientasi yang menyajikan kesimpulan, komentar pribadi, atau refleksi dari penulis. Sementara itu, dari segi kebahasaan, teks rekon dicirikan oleh penggunaan keterangan waktu lampau, kata kerja untuk menyatakan tindakan, kata sifat untuk menggambarkan keadaan, konjungsi urutan kejadian untuk merangkai alur waktu, serta keterangan rincian waktu dan tempat yang memperjelas konteks kegiatan yang dilakukan secara berurutan.


Kesimpulan Hasil Pembelajaran:


Secara keseluruhan, rangkaian pembelajaran berbasis Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) untuk materi struktur dan kaidah kebahasaan teks rekon telah berjalan dengan efektif, interaktif, dan bermakna. Pembelajaran ini berhasil membangun pemahaman mendalam peserta didik dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengaplikasikan unsur pembangun teks rekon secara sistematis, runtut, dan kontekstual.


Berdasarkan refleksi dan pemantauan selama proses pembelajaran:


Sebagian besar peserta didik telah menguasai materi dengan sangat baik, mampu mengenali struktur teks rekon secara utuh mulai dari orientasi, urutan peristiwa atau rekaman kejadian (events), hingga reorientasi serta menguasai kaidah kebahasaannya (seperti penggunaan kata kerja tindakan, keterangan waktu dan tempat, konjungsi kronologis, serta penanda waktu lampau) secara cermat dan tepat.


Sebagian kecil peserta didik masih memerlukan bimbingan lanjutan, khususnya dalam hal ketelitian menganalisis variasi kaidah kebahasaan pada jenis teks rekon yang lebih kompleks serta ketepatan dalam menyusun kalimat dengan struktur dan unsur kebahasaan teks rekon yang konsisten.