Rabu, 02 September 2026

TEKS PROSEDUR

IDENTITAS

NAMA GURU                       : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.

MATA PELAJARAN             : BAHASA INDONESIA 

HARI/TANGGAL                  : RABU, 02 SEPTEMBER 2026

FASE / KELAS                      : FASE D / IXD, IXB, DAN IXD

MATERI                                 : TEKS PROSEDUR

PERTEMUAN KE                 : 1


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan, pesan, serta petunjuk dari teks prosedur lisan atau audiovisual (seperti video tutorial atau siniar panduan) secara kritis, cermat, dan objektif.



TUJUAN PEMBELAJARAN : 

Peserta didik dapat menganalisis dan mengevaluasi gagasan, pesan, serta petunjuk dari teks prosedur lisan atau audiovisual secara kritis, cermat, dan objektif untuk menilai keakuratan informasi serta efektivitas penyampaiannya.


·        Mindfull (Berkesadaran) : Peserta didik menyimak video tutorial atau siniar panduan dengan penuh kesadaran diri, memusatkan perhatian secara utuh untuk menangkap rincian gagasan, pesan, dan langkah-langkah petunjuk secara cermat tanpa terdistraksi.

 

·        Meaningfull (Bermakna) : Peserta didik menghubungkan isi petunjuk dalam teks prosedur audiovisual dengan pengalaman nyata kehidupan sehari-hari, sehingga mereka memahami signifikansi dan kegunaan praktis dari informasi yang disimak.

 

·        Joyfull (Menyenangkan) : Peserta didik terlibat aktif dalam diskusi interaktif dan evaluasi kritis yang menyenangkan, seperti membedah tayangan video tutorial favorit atau menilai kelemahan instruksi sebuah siniar melalui suasana belajar yang kolaboratif dan diapresiasi.


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN : 

·     Tahap Mengidentifikasi : Peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk, unsur, serta karakteristik dasar teks prosedur lisan atau audiovisual (seperti video tutorial atau siniar panduan).

 

·     Tahap Memahami Gagasan & Pesan : Peserta didik mampu menyimak dan merinci gagasan utama serta pesan tersurat maupun tersirat dari teks prosedur lisan atau audiovisual secara cermat.

 

·     Tahap Menganalisis Petunjuk & Keakuratan : Peserta didik mampu menganalisis kelogisan tahapan petunjuk dan keakuratan informasi yang disajikan dalam teks prosedur lisan atau audiovisual secara kritis dan objektif.

 

·     Tahap Mengevaluasi Efektivitas Penyampaian : Peserta didik mampu mengevaluasi efektivitas penyajian, kejelasan instruksi, serta kesesuaian media teks prosedur audiovisual dengan tujuan penggunaannya.

 

·     Tahap Menyajikan Hasil Analisis : Peserta didik mampu menyajikan hasil analisis dan evaluasi kritis terhadap informasi teks prosedur lisan atau audiovisual dalam bentuk ulasan, tanggapan, atau reviu secara lisan maupun tertulis.



MATERI PEMBELAJARAN : 

Assalamualaikum Wr. Wb.


Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT.

Al-Khaliq (Maha Pencipta) : Peserta didik memahami bahwa alam semesta dan seluruh makhluk diciptakan oleh Allah SWT sebagai Al-Khaliq dengan hukum-hukum keteraturan yang sempurna, sehingga dalam menyusun langkah-langkah teks prosedur (seperti meracik, membuat, atau melakukan sesuatu) dilatih untuk menghargai sistematika dan keteraturan ciptaan-Nya.

Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai) : Peserta didik menyadari bahwa segala sumber daya alam dan bahan yang digunakan dalam teks prosedur adalah milik mutlak Allah SWT sebagai Al-Malik, sehingga manusia memposisikan diri sebagai pengelola yang bijak dengan memanfaatkan bahan secara efisien dan tidak melakukan pemborosan.

Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) : Proses pengolahan bahan atau keterampilan dalam teks prosedur dimaknai sebagai bentuk ikhtiar menjemput karunia Allah SWT sebagai Ar-Razzaq, yang kemudian disyukuri hasilnya melalui pemanfaatan produk atau keterampilan tersebut untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.


Berikut adalah tentang materi Teks Prosedur.



 


Materi yang disampaikan dalam Power Point di atas membahas tentang materi Teks Prosedur, berikut penjelasannya:


Definisi Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan dalam melakukan sesuatu. Langkah-langkah tersebut meliputi urutan proses membuat sesuatu dari tahap awal sampai akhir untuk mencapai atau menciptakan suatu tujuan. 

 

Tujuan Penulisan Teks Prosedur

Teks prosedur bertujuan untuk memberikan panduan rinci tentang cara melakukan suatu pekerjaan dengan material dan metode yang detail. 

 

Jenis-Jenis Teks Prosedur

1.  Prosedur Sederhana: Teks prosedur yang hanya berisi dua atau tiga langkah saja. Contohnya: prosedur untuk mengoperasikan televisi. 

2.  Prosedur Kompleks: Teks prosedur yang terdiri atas banyak langkah dan jenjang untuk tiap tahapannya. Contohnya: cara mengisi formulir pendaftaran sekolah. 

3.  Prosedur Protokol: Teks prosedur yang langkah-langkahnya bisa dibolak-balik, tetapi tujuannya tetap bisa tercapai. Contohnya: cara membuat teh manis. 

 

Ciri-Ciri Teks Prosedur

1.      Menggunakan kalimat perintah. 

2.      Menggunakan kata kerja aktif. 

3.      Terdapat panduan yang harus dilakukan. 

4.      Menggunakan kata hubung. 

5.      Terdapat aturan dalam hal bahan atau kegiatan. 

6.      Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rincian waktu, tempat, dan cara.

7.      Terdapat isi kegiatan yang dilakukan secara urut.   

Agar kalian lebih memahami tentang materi Teks Prosedur, maka silahkan kalian simak video berikut :

https://youtu.be/hl7093MQ-Js?si=AD0JpzhVZYQldqhj


Media Pembelajaran dan Alat Praga yang digunakan dalam materi pembelajaran Teks Prosedur adalah rekaman audio/video tutorial atau demonstrasi lisan, didukung alat peraga berupa perangkat pemutar suara (speaker/laptop), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mencatat serta mengevaluasi instruksi, instrumen penilaian, dan sampel benda konkrit dari alat serta bahan yang disebutkan agar peserta didik dapat menyimak, menganalisis, dan menguji kesiapan praktik secara akurat.


ASESMEN:

1. Perhatikan kutipan teks acak berikut!

(1) Rebus air sebanyak 1 liter hingga mendidih di dalam panci. (2) Masukkan mie instan beserta bumbunya ketika air benar-benar bergolak. (3) Siapkan mangkuk, lalu tuangkan minyak dan kecap yang tersedia. (4) Tiriskan mie dan campurkan ke dalam mangkuk yang sudah berisi bumbu.

 

Jika kutipan di atas merupakan bagian dari tahapan pembuatan mie instan, analisis manakah urutan instruksi yang paling logis dan sesuai dengan kaidah penalaran teks prosedur...

 A. (1) – (2) – (3) – (4)

B. (1) – (3) – (2) – (4)

C. (3) – (1) – (2) – (4)

D. (3) – (2) – (1) – (4)

 

2. Cermati dua jenis teks prosedur berikut:

Teks A: Menjelaskan cara mengoperasikan mesin cuci otomatis dengan menekan tombol fungsi tertentu.

Teks B: Menjelaskan langkah-langkah membuat keripik singkong balado dengan takaran bumbu yang presisi.

Berdasarkan karakteristik tujuannya, perbedaan mendasar antara kedua jenis teks prosedur tersebut terletak pada...

A. Teks A berfokus pada panduan membuat produk baru, sedangkan Teks B berfokus pada pemanfaatan alat elektronik.

B. Teks A merupakan prosedur penggunaan suatu alat/teknologi, sedangkan Teks B merupakan prosedur pembuatan suatu barang/kuliner.

C. Teks A menggunakan bahasa informal yang santai, sedangkan Teks B menggunakan bahasa ilmiah yang kaku.

D. Teks A tidak memerlukan alat dan bahan, sedangkan Teks B mutlak memerlukan daftar alat yang lengkap.

 

3. Sebuah teks prosedur berjudul "Cara Mengurus Pembuatan KTP Hilang Secara Mandiri" disusun oleh seorang penulis. Namun, seorang warga gagal mengikuti panduan tersebut karena pada langkah ketiga langsung meminta cap kelurahan tanpa menjelaskan syarat surat pengantar dari RT/RW terlebih dahulu.

Berdasarkan analisis terhadap ciri dan kejelasan teks prosedur, apa kelemahan utama dari teks tersebut....

A. Melanggar ciri kebahasaan karena tidak menggunakan kalimat perintah (imperatif).

B. Melanggar prinsip kelengkapan tujuan karena tidak menyebutkan judul dokumen yang diurus.

C. Mengabaikan logika tahapan kerja dan kelengkapan informasi awal yang menyebabkan proses tidak runtut.

D. Menggunakan jenis teks yang salah karena seharusnya berbentuk teks narasi sejarah.

 

4. Analisis Kritis Konsep dan Tujuan (Esai)

Banyak orang mengira bahwa teks prosedur hanya sekadar "kumpulan resep atau petunjuk masak". Padahal, jika dikaji secara mendalam dari segi fungsi sosial, teks prosedur memiliki peran penting dalam kehidupan modern, terutama dalam transfer pengetahuan teknis dan prosedural (misalnya prosedur keselamatan kerja, perbaikan alat, atau regulasi administratif). Pertanyaan: Mengapa pemahaman yang utuh mengenai tujuan dan struktur teks prosedur sangat krusial bagi seseorang sebelum ia memutuskan untuk melakukan tindakan praktis? Jelaskan argumentasi Anda disertai contoh kontekstual!

 

5. Evaluasi dan Rekonstruksi Ciri Teks (Esai)

Salah satu ciri kebahasaan utama dalam teks prosedur adalah penggunaan kalimat imperatif (perintah), konjungsi temporal (penghubung waktu), dan batasan yang jelas (misalnya: rebus selama 5 menitpotong selebar 2 cm).

Pertanyaan: Apa yang akan terjadi pada tingkat keakuratan hasil akhir suatu pekerjaan jika penulis teks prosedur menghilangkan atau mengabaikan detail batasan ukuran/waktu tersebut? Analisislah dampaknya terhadap efektivitas panduan bagi pembaca!



KESIMPULAN :

Kesimpulan Materi:

Secara keseluruhan materi ini membahas tentang teks prosedur. Teks prosedur merupakan teks panduan berisi urutan langkah atau tahapan sistematis dari awal hingga akhir guna mencapai tujuan tertentu, seperti melakukan atau membuat sesuatu dengan metode yang rinci. Materi ini terbagi ke dalam tiga jenis utama berdasarkan tingkat kerumitannya, meliputi prosedur sederhana yang singkat, prosedur kompleks dengan banyak tahapan berjenjang, serta prosedur protokol yang langkah-langkahnya fleksibel dan dapat dibolak-balik tanpa mengubah hasil akhir. Secara karakteristik, teks prosedur memiliki ciri khas kebahasaan yang meliputi penggunaan kalimat perintah, kata kerja aktif, kata hubung, kata keterangan rincian waktu, tempat, dan cara, serta aturan khusus terkait bahan atau kegiatan yang disusun secara berurutan.


Kesimpulan Hasil Pembelajaran:

Secara keseluruhan, rangkaian pembelajaran berbasis Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) untuk materi teks prosedur telah berjalan dengan efektif dan interaktif. Pembelajaran ini berhasil membangun jembatan antara pemahaman teoretis mengenai panduan sistematis dan kesadaran kritis peserta didik dalam mengevaluasi informasi lisan maupun audiovisual.

 

Berdasarkan refleksi dan pemantauan selama proses pembelajaran:

·     Sebagian besar peserta didik telah menguasai materi dengan baik, mampu memahami definisi, membedakan jenis-jenis teks prosedur (sederhana, kompleks, dan protokol), serta mengenali kaidah kebahasaannya secara cermat dan objektif.


·     Sebagian kecil peserta didik masih memerlukan bimbingan lanjutan, khususnya dalam hal ketelitian menganalisis keakuratan informasi tahapan dan mengevaluasi efektivitas penyampaian pada teks prosedur yang bersifat kompleks maupun audiovisual.

Selasa, 01 September 2026

MENYUSUN TEKS DESKRIPSI KOMPLEKS

IDENTITAS

NAMA GURU                       : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.

MATA PELAJARAN             : BAHASA INDONESIA 

HARI/TANGGAL                  : SELASA, 01 SEPTEMBER 2026

FASE / KELAS                      : FASE D / IXA DAN IXD

MATERI                                 : MENYUSUN TEKS DESKRIPSI KOMPLEKS

PERTEMUAN KE                 : 13


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu menganalisis secara kritis dan merekonstruksi teks deskripsi kompleks untuk menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.


TUJUAN PEMBELAJARAN : 

Peserta didik dapat merekonstruksi teks deskripsi secara kreatif dengan mengintegrasikan sudut pandang pelestarian lingkungan secara runtut dan sesuai dengan struktur serta kaidah kebahasaan.

·     Mindfull (Berkesadaran) : Peserta didik diajak mengamati kondisi objek deskripsi (misalnya pantai atau hutan) secara kritis, baik melalui foto, video, atau pengamatan langsung. Mereka merefleksikan: "Apa yang terjadi pada objek ini jika manusia tidak peduli?" Hal ini melatih kesadaran (mindfulness) akan pentingnya peran mereka sebagai penjaga lingkungan.

·     Meaningfull (Bermakna) : Peserta didik menyelipkan gagasan penyelamatan lingkungan yang kontekstual ke dalam teks (misalnya: aksi nyata pengelolaan sampah atau pelestarian flora/fauna endemik di objek yang dideskripsikan), sehingga pembelajaran terasa autentik dan berdampak.

·     Joyfull (Menyenangkan) : Proses rekonstruksi dikemas melalui teknik permainan peran, proyek kolaboratif kelompok, atau penggunaan media digital interaktif (misalnya menulis teks deskripsi berwawasan lingkungan dalam bentuk infografis, blog pos, atau storytelling visual).

      Peserta didik merasa senang karena diberi kebebasan berekspresi secara kreatif, kolaboratif, dan imajinatif untuk melahirkan karya tulis yang orisinal.


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN : 

·         Tahap Analisis:

Peserta didik mengidentifikasi potensi objek (alam/lingkungan) yang akan dideskripsikan sekaligus menemukan celah untuk memasukkan pesan pelestarian lingkungan.

·         Tahap Perencanaan (Menulis):

Peserta didik merancang kerangka teks deskripsi baru dengan menyisipkan gagasan, ide, atau sudut pandang pelestarian lingkungan (misalnya menjaga kebersihan, pelestarian flora/fauna, atau penanggulangan kerusakan alam).

·         Tahap Rekonstruksi (Produk):

Peserta didik menulis ulang/merekonstruksi teks deskripsi berdasarkan kerangka yang telah dibuat dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan menarik.

·         Tahap Evaluasi & Publikasi:

Peserta didik menyunting (merevisi) hasil rekonstruksi teks deskripsi bersama teman sejawat atau guru.

Peserta didik mempublikasikan atau membacakan hasil akhir teks deskripsi berwawasan lingkungan di depan kelas.

 

MATERI PEMBELAJARAN : 

Assalamualaikum Wr. Wb.


Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT.

Al-Khaliq (Maha Pencipta) :

Peserta didik mengamati keindahan ciptaan alam pada objek yang dideskripsikan, lalu merefleksikannya sebagai bukti kebesaran Allah SWT sebagai Al-Khaliq (Maha Pencipta) yang menciptakan segala sesuatu dengan teratur dan sempurna.


Al-Malik (Maha Memelihara) :

Peserta didik menyadari kedudukan manusia di bumi bukan sebagai pemilik mutlak, melainkan sebagai khalifah (pemimpin/pengelola) di bawah kekuasaan Allah SWT sebagai Al-Malik 

 

Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki) :

Proses ini ditekankan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT sebagai Al-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) melalui kekayaan alam yang harus dijaga kelestariannya.


Baik kita akan memulai materi Menyusun Teks Deskripsi Kompleks

Berikut adalah Power Point tentang materi Menyusun Teks Deskripsi Kompleks



 

Materi yang disampaikan dalam Power Point di atas membahas tentang materi Meyusun Teks Deskripsi Kompleks, berikut penjelasannya:


Langkah-Langkah Menyusun Teks Deskripsi

1.   Menentukan Objek atau Tema yang Akan Dideskripsikan

Sebelum menyusun teks deskripsi harus terlebih dahulu tentukan objek yang akan disusun

2.   Melakukan Observasi

Teks deskripi merupakan teks yang menggambarkan objek secara detail, untuk menggambarkan objek secara detail harus melakukan observasi terlebih dahulu

3.   Membuat Kerangka Karangan

Buatlah kerangka karangan yang berfungsi untuk mempermudah membuat teks deskripsi agar lebih terstruktur

4.   Mengembangkan Kerangka Karangan

Kembangkan topik-topiknya dengan memberikan beberapa kalimat perincian dan hubungkan antartopik dengan bahasa yang baik dan konjungsi yang tepat

5.   Merinci Objek

Merinci objek atau suasana menggunakan kata dan kalimat yang merangsang pancaindra, agar pembaca seolah melihat, mendegar, atau , merasakan yang digambarkan dalm teks

6.   Menyunting Karangan

Kegiatan menyunting menyatu dengan proses menulis teks deskripsi, yaitu dengan memeriksa kembali untuk memperbaiki, sehingga kesalahan dalam karangan dapat dihindari 


Menyunting Isi Teks Deskripsi :

1.      Huruf Kapital

2.      Tanda Titik

3.      Tanda Koma

4.      Kata Depan

Pola Pengembangan Teks Deskripsi :

1.   Deskripsi Spasial

Pola deskripsi spasial merupakan suatu pola pengembangan paragraf yang menggambarkan objek berupa ruang, benda, atau tempat

2.   Deskripsi Sudut Pandang

Pola deskripsi sudut pandang merupakan pola yang didasrkan atas posisi penulis dalam mengambarkan objek. Pola pengembangan sudut pandang ada dua yaitu sudut pandang subjektif dan sudut pandang objektif

3.   Deskripsi Pengamatan (Observasi)

Pola deskripsi pengamatan (observasi) adalah suatu pola paragraf yang dikembangkan dengan melakukan pengamatan terhadap objek yang akan dideskripsikan. Pembaca seolah-olah dapat melihat atau mengalami sendiri tentang objek yang dilukiskan

4.   Deskripsi Fokus

      Pola deskripsi fokus merupakan suatu pola yang dikembangkan dengan menonjolkan suatu bagian objek yang dideskripsikan. Perhatian pembaca atau pendengar terfokus pada bagian objek yang dideskripsikan. Paragraf deskripsi fokus dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa, objek benda, atau manusia. 


Agar kalian lebih memahami tentang materi Teks Deskripsi Kompleks, maka silahkan kalian simak video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=hawnX-5kxC0



Media Pembelajaran dan Alat Praga yang digunakan dalam materi pembelajaran Menyusun Teks Deskripsi adalah video atau foto perbandingan objek, teks model berwawasan lingkungan untuk menginspirasi gagasan peserta didik. Selain itu, digunakan LKPD terstruktur sebagai panduan rekonstruksi, diorama atau maket lingkungan sebagai model visual 3D, benda konkret (seperti sampel alam dan sampah) untuk merangsang diksi sensorik, serta peta konsep untuk memetakan struktur teks secara runtut.


ASESMEN:

1.   Perhatikan ilustrasi berikut!

Seorang siswa ingin menulis teks deskripsi tentang sebuah hutan bakau (mangrove) di pesisir pantai. Agar pembaca tidak hanya tahu bentuk fisik hutannya, tetapi juga merasakan suasana tenang sekaligus keprihatinan terhadap sampah plastik yang tersangkut di akar pohon, maka pola pengembangan paragraf dan penggunaan panca indra yang paling tepat dipilih oleh siswa tersebut adalah...

A. Pola spasial dengan dominasi indra penglihatan semata.

B. Pola fokus dengan menonjolkan keindahan hijau daun mangrove secara objektif.

C. Pola sudut pandang subjektif dengan merinci objek menggunakan indra penglihatan dan peraba.

D. Pola pengamatan dengan memusatkan perhatian pada kontras keindahan alam dan pencemaran, serta melibatkan indra penglihatan dan perasa.

 

2.   Perhatikan draf kalimat teks deskripsi berikut!

(1) Di sebelah utara pesisir pantai parangtritis, deburan ombak terdengar menghantam karang dengan gagahnya. (2) Angin laut berembus kencang menerpa wajah, membawa aroma khas air asin yang menyengat. (3) Sayangnya, hamparan pasir putih yang luas kini tercoreng oleh botol-botol plastik bekas yang berserakan di sepanjang garis pantai.

Berdasarkan langkah-langkah menyusun teks deskripsi, draf di atas merupakan wujud dari tahap...

A.  Membuat kerangka karangan berdasarkan struktur umum.

B.  Mengembangkan kerangka karangan sekaligus merinci objek menggunakan panca indra dan  sudut pandang pelestarian lingkungan.

C.  Melakukan observasi lapangan untuk mencari data primer objek wisata.

D.  Menyunting isi teks deskripsi dari segi huruf kapital dan tanda baca.

 

3.   Perhatikan kutipan teks deskripsi berikut!

"Kawasan wisata air terjun itu dikelilingi oleh tebing batu yang menjulang tinggi. Jika kita berdiri tepat di bawah air terjun, percikan airnya terasa sangat dingin di kulit, menyatu dengan suara gemuruh air yang memekakkan telinga namun menenangkan jiwa."

Pola pengembangan yang digunakan dalam kutipan teks deskripsi di atas adalah...

A.    Pola Spasial dan Pola Pengamatan

B.     Pola Fokus dan Pola Sudut Pandang Subjektif

C.     Pola Spasial dan Pola Fokus

D.    Pola Sudut Pandang Objektif dan Pola Pengamatan

 

4.   Studi Kasus Penulisan Teks Deskripsi

Sebuah sekolah mendapat tugas menulis teks deskripsi tentang "Keadaan Hutan Kota yang Mulai Rusak". Seorang siswa bernama Andi hanya menulis: "Hutan kota itu luas dan banyak pohon yang ditebang." Kalimat tersebut dinilai terlalu singkat dan belum memenuhi kriteria teks deskripsi yang baik.

Pertanyaan: Jika Anda berada di posisi Andi, bagaimana cara mengembangkan kalimat tersebut dengan menerapkan langkah merinci objek menggunakan panca indra serta memasukkan sudut pandang pelestarian lingkungan agar pembaca ikut merasakan keprihatinan terhadap kondisi hutan tersebut?

 

5.   Analisis dan Perbaikan Kesalahan (Penyuntingan)

Perhatikan paragraf deskripsi berikut yang ditulis oleh seorang siswa: "di kawasan wisata bukit hijau, udaranya sangat sejuk sekali. pengunjung dapat melihat pemandangan kota dari atas bukit. disana kita harus menjaga kebersihan agar alam tetap lestari."

Pertanyaan: Analisislah kesalahan penulisan dalam paragraf di atas berdasarkan kaidah menyunting isi teks deskripsi (khususnya huruf kapital dan kata depan), kemudian tuliskan kembali paragraf tersebut dengan perbaikan yang benar!



KESIMPULAN :

Kesimpulan Materi:

Secara keseluruhan materi ini membahas tentang penyusunan teks deskripsi yang baik memerlukan 6 langkah utama: menentukan objek, melakukan observasi, membuat kerangka, mengembangkannya, merinci objek menggunakan panca indra, serta menyunting ejaan (huruf kapital, tanda baca, dan kata depan). Dalam penulisannya, teks ini dapat dikembangkan menggunakan 4 pola: spasial (ruang/tempat), sudut pandang (posisi penulis), pengamatan langsung, atau fokus pada bagian tertentu dari objek agar pembaca dapat ikut merasakan, melihat, dan memahami objek yang digambarkan secara nyata.


Kesimpulan Hasil Pembelajaran:


Secara keseluruhan, rangkaian pembelajaran berbasis Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) untuk materi menyusun teks deskripsi kompleks telah berjalan dengan efektif dan interaktif. Pembelajaran ini berhasil membangun jembatan antara pemahaman teoretis dan kesadaran kritis peserta didik terhadap objek nyata di lingkungan sekitar.


Berdasarkan refleksi dan pemantauan selama proses pembelajaran:


· Sebagian besar peserta didik telah menguasai materi dengan baik, mampu mengikuti langkah-langkah penyusunan teks deskripsi, serta dapat menerapkan pola pengembangan dengan tepat.


· Sebagian kecil peserta didik masih memerlukan bimbingan lanjutan, khususnya dalam hal ketelitian menyunting ejaan dan merinci objek menggunakan panca indra agar deskripsi terasa lebih hidup.

Senin, 31 Agustus 2026

MENYUSUN TEKS DESKRIPSI KOMPLEKS

IDENTITAS

NAMA GURU                       : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.

MATA PELAJARAN             : BAHASA INDONESIA 

HARI/TANGGAL                  : SENIN, 31 AGUSTUS 2026

FASE / KELAS                      : FASE D / IXC DAN IXB

MATERI                                 : MENYUSUN TEKS DESKRIPSI KOMPLEKS

PERTEMUAN KE                 : 13


CAPAIAN PEMBELAJARAN :

Peserta didik mampu menganalisis secara kritis dan merekonstruksi teks deskripsi kompleks untuk menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.


TUJUAN PEMBELAJARAN : 

Peserta didik dapat merekonstruksi teks deskripsi secara kreatif dengan mengintegrasikan sudut pandang pelestarian lingkungan secara runtut dan sesuai dengan struktur serta kaidah kebahasaan.

·     Mindfull (Berkesadaran) : Peserta didik diajak mengamati kondisi objek deskripsi (misalnya pantai atau hutan) secara kritis, baik melalui foto, video, atau pengamatan langsung. Mereka merefleksikan: "Apa yang terjadi pada objek ini jika manusia tidak peduli?" Hal ini melatih kesadaran (mindfulness) akan pentingnya peran mereka sebagai penjaga lingkungan.

·     Meaningfull (Bermakna) : Peserta didik menyelipkan gagasan penyelamatan lingkungan yang kontekstual ke dalam teks (misalnya: aksi nyata pengelolaan sampah atau pelestarian flora/fauna endemik di objek yang dideskripsikan), sehingga pembelajaran terasa autentik dan berdampak.

·     Joyfull (Menyenangkan) : Proses rekonstruksi dikemas melalui teknik permainan peran, proyek kolaboratif kelompok, atau penggunaan media digital interaktif (misalnya menulis teks deskripsi berwawasan lingkungan dalam bentuk infografis, blog pos, atau storytelling visual).

      Peserta didik merasa senang karena diberi kebebasan berekspresi secara kreatif, kolaboratif, dan imajinatif untuk melahirkan karya tulis yang orisinal.


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN : 

·         Tahap Analisis:

Peserta didik mengidentifikasi potensi objek (alam/lingkungan) yang akan dideskripsikan sekaligus menemukan celah untuk memasukkan pesan pelestarian lingkungan.

·         Tahap Perencanaan (Menulis):

Peserta didik merancang kerangka teks deskripsi baru dengan menyisipkan gagasan, ide, atau sudut pandang pelestarian lingkungan (misalnya menjaga kebersihan, pelestarian flora/fauna, atau penanggulangan kerusakan alam).

·         Tahap Rekonstruksi (Produk):

Peserta didik menulis ulang/merekonstruksi teks deskripsi berdasarkan kerangka yang telah dibuat dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan menarik.

·         Tahap Evaluasi & Publikasi:

Peserta didik menyunting (merevisi) hasil rekonstruksi teks deskripsi bersama teman sejawat atau guru.

Peserta didik mempublikasikan atau membacakan hasil akhir teks deskripsi berwawasan lingkungan di depan kelas.

 

MATERI PEMBELAJARAN : 

Assalamualaikum Wr. Wb.


Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT.

Al-Khaliq (Maha Pencipta) :

Peserta didik mengamati keindahan ciptaan alam pada objek yang dideskripsikan, lalu merefleksikannya sebagai bukti kebesaran Allah SWT sebagai Al-Khaliq (Maha Pencipta) yang menciptakan segala sesuatu dengan teratur dan sempurna.


Al-Malik (Maha Memelihara) :

Peserta didik menyadari kedudukan manusia di bumi bukan sebagai pemilik mutlak, melainkan sebagai khalifah (pemimpin/pengelola) di bawah kekuasaan Allah SWT sebagai Al-Malik 

 

Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki) :

Proses ini ditekankan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT sebagai Al-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) melalui kekayaan alam yang harus dijaga kelestariannya.


Baik kita akan memulai materi Menyusun Teks Deskripsi Kompleks

Berikut adalah Power Point tentang materi Menyusun Teks Deskripsi Kompleks



 

Materi yang disampaikan dalam Power Point di atas membahas tentang materi Meyusun Teks Deskripsi Kompleks, berikut penjelasannya:


Langkah-Langkah Menyusun Teks Deskripsi

1.   Menentukan Objek atau Tema yang Akan Dideskripsikan

Sebelum menyusun teks deskripsi harus terlebih dahulu tentukan objek yang akan disusun

2.   Melakukan Observasi

Teks deskripi merupakan teks yang menggambarkan objek secara detail, untuk menggambarkan objek secara detail harus melakukan observasi terlebih dahulu

3.   Membuat Kerangka Karangan

Buatlah kerangka karangan yang berfungsi untuk mempermudah membuat teks deskripsi agar lebih terstruktur

4.   Mengembangkan Kerangka Karangan

Kembangkan topik-topiknya dengan memberikan beberapa kalimat perincian dan hubungkan antartopik dengan bahasa yang baik dan konjungsi yang tepat

5.   Merinci Objek

Merinci objek atau suasana menggunakan kata dan kalimat yang merangsang pancaindra, agar pembaca seolah melihat, mendegar, atau , merasakan yang digambarkan dalm teks

6.   Menyunting Karangan

Kegiatan menyunting menyatu dengan proses menulis teks deskripsi, yaitu dengan memeriksa kembali untuk memperbaiki, sehingga kesalahan dalam karangan dapat dihindari 


Menyunting Isi Teks Deskripsi :

1.      Huruf Kapital

2.      Tanda Titik

3.      Tanda Koma

4.      Kata Depan

Pola Pengembangan Teks Deskripsi :

1.   Deskripsi Spasial

Pola deskripsi spasial merupakan suatu pola pengembangan paragraf yang menggambarkan objek berupa ruang, benda, atau tempat

2.   Deskripsi Sudut Pandang

Pola deskripsi sudut pandang merupakan pola yang didasrkan atas posisi penulis dalam mengambarkan objek. Pola pengembangan sudut pandang ada dua yaitu sudut pandang subjektif dan sudut pandang objektif

3.   Deskripsi Pengamatan (Observasi)

Pola deskripsi pengamatan (observasi) adalah suatu pola paragraf yang dikembangkan dengan melakukan pengamatan terhadap objek yang akan dideskripsikan. Pembaca seolah-olah dapat melihat atau mengalami sendiri tentang objek yang dilukiskan

4.   Deskripsi Fokus

      Pola deskripsi fokus merupakan suatu pola yang dikembangkan dengan menonjolkan suatu bagian objek yang dideskripsikan. Perhatian pembaca atau pendengar terfokus pada bagian objek yang dideskripsikan. Paragraf deskripsi fokus dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa, objek benda, atau manusia. 


Agar kalian lebih memahami tentang materi Teks Deskripsi Kompleks, maka silahkan kalian simak video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=hawnX-5kxC0



Media Pembelajaran dan Alat Praga yang digunakan dalam materi pembelajaran Menyusun Teks Deskripsi adalah video atau foto perbandingan objek, teks model berwawasan lingkungan untuk menginspirasi gagasan peserta didik. Selain itu, digunakan LKPD terstruktur sebagai panduan rekonstruksi, diorama atau maket lingkungan sebagai model visual 3D, benda konkret (seperti sampel alam dan sampah) untuk merangsang diksi sensorik, serta peta konsep untuk memetakan struktur teks secara runtut.


ASESMEN:

1.   Perhatikan ilustrasi berikut!

Seorang siswa ingin menulis teks deskripsi tentang sebuah hutan bakau (mangrove) di pesisir pantai. Agar pembaca tidak hanya tahu bentuk fisik hutannya, tetapi juga merasakan suasana tenang sekaligus keprihatinan terhadap sampah plastik yang tersangkut di akar pohon, maka pola pengembangan paragraf dan penggunaan panca indra yang paling tepat dipilih oleh siswa tersebut adalah...

A. Pola spasial dengan dominasi indra penglihatan semata.

B. Pola fokus dengan menonjolkan keindahan hijau daun mangrove secara objektif.

C. Pola sudut pandang subjektif dengan merinci objek menggunakan indra penglihatan dan peraba.

D. Pola pengamatan dengan memusatkan perhatian pada kontras keindahan alam dan pencemaran, serta melibatkan indra penglihatan dan perasa.

 

2.   Perhatikan draf kalimat teks deskripsi berikut!

(1) Di sebelah utara pesisir pantai parangtritis, deburan ombak terdengar menghantam karang dengan gagahnya. (2) Angin laut berembus kencang menerpa wajah, membawa aroma khas air asin yang menyengat. (3) Sayangnya, hamparan pasir putih yang luas kini tercoreng oleh botol-botol plastik bekas yang berserakan di sepanjang garis pantai.

Berdasarkan langkah-langkah menyusun teks deskripsi, draf di atas merupakan wujud dari tahap...

A.  Membuat kerangka karangan berdasarkan struktur umum.

B.  Mengembangkan kerangka karangan sekaligus merinci objek menggunakan panca indra dan  sudut pandang pelestarian lingkungan.

C.  Melakukan observasi lapangan untuk mencari data primer objek wisata.

D.  Menyunting isi teks deskripsi dari segi huruf kapital dan tanda baca.

 

3.   Perhatikan kutipan teks deskripsi berikut!

"Kawasan wisata air terjun itu dikelilingi oleh tebing batu yang menjulang tinggi. Jika kita berdiri tepat di bawah air terjun, percikan airnya terasa sangat dingin di kulit, menyatu dengan suara gemuruh air yang memekakkan telinga namun menenangkan jiwa."

Pola pengembangan yang digunakan dalam kutipan teks deskripsi di atas adalah...

A.    Pola Spasial dan Pola Pengamatan

B.     Pola Fokus dan Pola Sudut Pandang Subjektif

C.     Pola Spasial dan Pola Fokus

D.    Pola Sudut Pandang Objektif dan Pola Pengamatan

 

4.   Studi Kasus Penulisan Teks Deskripsi

Sebuah sekolah mendapat tugas menulis teks deskripsi tentang "Keadaan Hutan Kota yang Mulai Rusak". Seorang siswa bernama Andi hanya menulis: "Hutan kota itu luas dan banyak pohon yang ditebang." Kalimat tersebut dinilai terlalu singkat dan belum memenuhi kriteria teks deskripsi yang baik.

Pertanyaan: Jika Anda berada di posisi Andi, bagaimana cara mengembangkan kalimat tersebut dengan menerapkan langkah merinci objek menggunakan panca indra serta memasukkan sudut pandang pelestarian lingkungan agar pembaca ikut merasakan keprihatinan terhadap kondisi hutan tersebut?

 

5.   Analisis dan Perbaikan Kesalahan (Penyuntingan)

Perhatikan paragraf deskripsi berikut yang ditulis oleh seorang siswa: "di kawasan wisata bukit hijau, udaranya sangat sejuk sekali. pengunjung dapat melihat pemandangan kota dari atas bukit. disana kita harus menjaga kebersihan agar alam tetap lestari."

Pertanyaan: Analisislah kesalahan penulisan dalam paragraf di atas berdasarkan kaidah menyunting isi teks deskripsi (khususnya huruf kapital dan kata depan), kemudian tuliskan kembali paragraf tersebut dengan perbaikan yang benar!



KESIMPULAN :

Kesimpulan Materi:

Secara keseluruhan materi ini membahas tentang penyusunan teks deskripsi yang baik memerlukan 6 langkah utama: menentukan objek, melakukan observasi, membuat kerangka, mengembangkannya, merinci objek menggunakan panca indra, serta menyunting ejaan (huruf kapital, tanda baca, dan kata depan). Dalam penulisannya, teks ini dapat dikembangkan menggunakan 4 pola: spasial (ruang/tempat), sudut pandang (posisi penulis), pengamatan langsung, atau fokus pada bagian tertentu dari objek agar pembaca dapat ikut merasakan, melihat, dan memahami objek yang digambarkan secara nyata.


Kesimpulan Hasil Pembelajaran:


Secara keseluruhan, rangkaian pembelajaran berbasis Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) untuk materi menyusun teks deskripsi kompleks telah berjalan dengan efektif dan interaktif. Pembelajaran ini berhasil membangun jembatan antara pemahaman teoretis dan kesadaran kritis peserta didik terhadap objek nyata di lingkungan sekitar.


Berdasarkan refleksi dan pemantauan selama proses pembelajaran:


· Sebagian besar peserta didik telah menguasai materi dengan baik, mampu mengikuti langkah-langkah penyusunan teks deskripsi, serta dapat menerapkan pola pengembangan dengan tepat.


· Sebagian kecil peserta didik masih memerlukan bimbingan lanjutan, khususnya dalam hal ketelitian menyunting ejaan dan merinci objek menggunakan panca indra agar deskripsi terasa lebih hidup.