NAMA GURU : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
WAKTU PEMBELAJARAN : RABU, 19 AGUSTUS 2026
FASE / KELAS : FASE D / IXD, IXB, DAN IXC
MATERI : MENYUSUN TEKS DESKRIPSI KOMPLEKS
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Peserta didik mampu menganalisis secara kritis dan merekonstruksi teks deskripsi kompleks untuk menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Menajamkan rasa syukur atas detail kenikmatan hidup dan kesempurnaan ciptaan-Nya.
QS. At-Tin: 4 (Penciptaan manusia yang sempurna)
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Peserta didik dapat merekonstruksi teks deskripsi secara kreatif dengan mengintegrasikan sudut pandang pelestarian lingkungan secara runtut dan sesuai dengan struktur serta kaidah kebahasaan.
· Mindfull (Berkesadaran) : Peserta didik diajak mengamati kondisi objek deskripsi (misalnya pantai atau hutan) secara kritis, baik melalui foto, video, atau pengamatan langsung. Mereka merefleksikan: "Apa yang terjadi pada objek ini jika manusia tidak peduli?" Hal ini melatih kesadaran (mindfulness) akan pentingnya peran mereka sebagai penjaga lingkungan.
· Meaningfull (Bermakna) : Peserta didik menyelipkan gagasan penyelamatan lingkungan yang kontekstual ke dalam teks (misalnya: aksi nyata pengelolaan sampah atau pelestarian flora/fauna endemik di objek yang dideskripsikan), sehingga pembelajaran terasa autentik dan berdampak.
· Joyfull (Menyenangkan) : Proses rekonstruksi dikemas melalui teknik permainan peran, proyek kolaboratif kelompok, atau penggunaan media digital interaktif (misalnya menulis teks deskripsi berwawasan lingkungan dalam bentuk infografis, blog pos, atau storytelling visual).
Peserta didik merasa senang karena diberi kebebasan berekspresi secara kreatif, kolaboratif, dan imajinatif untuk melahirkan karya tulis yang orisinal.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
· Tahap Analisis:
Peserta didik mengidentifikasi potensi objek (alam/lingkungan) yang akan dideskripsikan sekaligus menemukan celah untuk memasukkan pesan pelestarian lingkungan.
· Tahap Perencanaan (Menulis):
Peserta didik merancang kerangka teks deskripsi baru dengan menyisipkan gagasan, ide, atau sudut pandang pelestarian lingkungan (misalnya menjaga kebersihan, pelestarian flora/fauna, atau penanggulangan kerusakan alam).
· Tahap Rekonstruksi (Produk):
Peserta didik menulis ulang/merekonstruksi teks deskripsi berdasarkan kerangka yang telah dibuat dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan menarik.
· Tahap Evaluasi & Publikasi:
Peserta didik menyunting (merevisi) hasil rekonstruksi teks deskripsi bersama teman sejawat atau guru.
Peserta didik mempublikasikan atau membacakan hasil akhir teks deskripsi berwawasan lingkungan di depan kelas.
MATERI PEMBELAJARAN :
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.
Integrasi Nilai Keimanan (Asmaul Husna) & Materi
Al-Khaliq (Maha Pencipta) :
Peserta didik mengamati keindahan ciptaan alam pada objek yang dideskripsikan, lalu merefleksikannya sebagai bukti kebesaran Allah SWT sebagai Al-Khaliq (Maha Pencipta) yang menciptakan segala sesuatu dengan teratur dan sempurna.
Al-Malik (Maha Memelihara) :
Peserta didik menyadari kedudukan manusia di bumi bukan sebagai pemilik mutlak, melainkan sebagai khalifah (pemimpin/pengelola) di bawah kekuasaan Allah SWT sebagai Al-Malik
Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki) :
Proses ini ditekankan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT sebagai Al-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) melalui kekayaan alam yang harus dijaga kelestariannya.
Baik kita akan memulai materi Menyusun Teks Deskripsi Kompleks
Berikut adalah Power Point tentang materi Menyusun Teks Deskripsi Kompleks
Materi yang disampaikan dalam Power Point di atas membahas tentang materi Meyusun Teks Deskripsi Kompleks, berikut penjelasannya:
Langkah-Langkah Menyusun Teks Deskripsi
1. Menentukan Objek
atau Tema yang Akan Dideskripsikan
Sebelum menyusun teks
deskripsi harus terlebih dahulu tentukan objek yang akan disusun
2. Melakukan
Observasi
Teks deskripi merupakan
teks yang menggambarkan objek secara detail, untuk menggambarkan objek secara
detail harus melakukan observasi terlebih dahulu
3. Membuat Kerangka
Karangan
Buatlah kerangka
karangan yang berfungsi untuk mempermudah membuat teks deskripsi agar lebih
terstruktur
4. Mengembangkan
Kerangka Karangan
Kembangkan
topik-topiknya dengan memberikan beberapa kalimat perincian dan hubungkan
antartopik dengan bahasa yang baik dan konjungsi yang tepat
5. Merinci Objek
Merinci objek atau
suasana menggunakan kata dan kalimat yang merangsang pancaindra, agar pembaca
seolah melihat, mendegar, atau , merasakan yang digambarkan dalm teks
6. Menyunting
Karangan
Kegiatan menyunting
menyatu dengan proses menulis teks deskripsi, yaitu dengan memeriksa kembali
untuk memperbaiki, sehingga kesalahan dalam karangan dapat dihindari
Menyunting Isi Teks Deskripsi :
1.
Huruf Kapital
2.
Tanda Titik
3.
Tanda Koma
4. Kata Depan
Pola Pengembangan Teks Deskripsi :
1. Deskripsi
Spasial
Pola deskripsi spasial
merupakan suatu pola pengembangan paragraf yang menggambarkan objek berupa
ruang, benda, atau tempat
2. Deskripsi Sudut
Pandang
Pola deskripsi sudut
pandang merupakan pola yang didasrkan atas posisi penulis dalam mengambarkan
objek. Pola pengembangan sudut pandang ada dua yaitu sudut pandang subjektif
dan sudut pandang objektif
3. Deskripsi
Pengamatan (Observasi)
Pola deskripsi
pengamatan (observasi) adalah suatu pola paragraf yang dikembangkan dengan
melakukan pengamatan terhadap objek yang akan dideskripsikan. Pembaca
seolah-olah dapat melihat atau mengalami sendiri tentang objek yang dilukiskan
4. Deskripsi Fokus
Pola deskripsi fokus merupakan suatu pola yang dikembangkan dengan menonjolkan suatu bagian objek yang dideskripsikan. Perhatian pembaca atau pendengar terfokus pada bagian objek yang dideskripsikan. Paragraf deskripsi fokus dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa, objek benda, atau manusia.
Agar kalian lebih memahami tentang materi Teks Deskripsi Kompleks, maka silahkan kalian simak video berikut :
https://www.youtube.com/watch?v=hawnX-5kxC0
Media Pembelajaran dan Alat Praga yang
digunakan dalam materi pembelajaran Menyusun Teks Deskripsi adalah video atau foto perbandingan objek, teks model berwawasan lingkungan untuk
menginspirasi gagasan peserta didik. Selain itu, digunakan LKPD terstruktur sebagai
panduan rekonstruksi, diorama
atau maket lingkungan sebagai model visual 3D, benda konkret (seperti
sampel alam dan sampah) untuk merangsang diksi sensorik, serta peta konsep untuk
memetakan struktur teks secara runtut.
ASESMEN:
1. Perhatikan ilustrasi berikut!
Seorang siswa ingin menulis teks deskripsi tentang sebuah hutan bakau (mangrove) di pesisir pantai. Agar pembaca tidak hanya tahu bentuk fisik hutannya, tetapi juga merasakan suasana tenang sekaligus keprihatinan terhadap sampah plastik yang tersangkut di akar pohon, maka pola pengembangan paragraf dan penggunaan panca indra yang paling tepat dipilih oleh siswa tersebut adalah...
A. Pola spasial dengan dominasi indra penglihatan semata.
B. Pola fokus dengan menonjolkan keindahan hijau daun mangrove secara objektif.
C. Pola sudut pandang subjektif dengan merinci objek menggunakan indra penglihatan dan peraba.
D. Pola pengamatan dengan memusatkan perhatian pada kontras keindahan alam dan pencemaran, serta melibatkan indra penglihatan dan perasa.
2. Perhatikan draf kalimat teks deskripsi berikut!
(1) Di sebelah utara pesisir pantai parangtritis, deburan ombak terdengar menghantam karang dengan gagahnya. (2) Angin laut berembus kencang menerpa wajah, membawa aroma khas air asin yang menyengat. (3) Sayangnya, hamparan pasir putih yang luas kini tercoreng oleh botol-botol plastik bekas yang berserakan di sepanjang garis pantai.
Berdasarkan langkah-langkah menyusun teks deskripsi, draf di atas merupakan wujud dari tahap...
A. Membuat kerangka karangan berdasarkan struktur umum.
B. Mengembangkan kerangka karangan sekaligus merinci objek menggunakan panca indra dan sudut pandang pelestarian lingkungan.
C. Melakukan observasi lapangan untuk mencari data primer objek wisata.
D. Menyunting isi teks deskripsi dari segi huruf kapital dan tanda baca.
3. Perhatikan kutipan teks deskripsi berikut!
"Kawasan wisata air terjun itu dikelilingi oleh tebing batu yang menjulang tinggi. Jika kita berdiri tepat di bawah air terjun, percikan airnya terasa sangat dingin di kulit, menyatu dengan suara gemuruh air yang memekakkan telinga namun menenangkan jiwa."
Pola pengembangan yang digunakan dalam kutipan teks deskripsi di atas adalah...
A. Pola Spasial dan Pola Pengamatan
B. Pola Fokus dan Pola Sudut Pandang Subjektif
C. Pola Spasial dan Pola Fokus
D. Pola Sudut Pandang Objektif dan Pola Pengamatan
4. Studi Kasus Penulisan Teks Deskripsi
Sebuah sekolah mendapat tugas menulis teks deskripsi tentang "Keadaan Hutan Kota yang Mulai Rusak". Seorang siswa bernama Andi hanya menulis: "Hutan kota itu luas dan banyak pohon yang ditebang." Kalimat tersebut dinilai terlalu singkat dan belum memenuhi kriteria teks deskripsi yang baik.
Pertanyaan: Jika Anda berada di posisi Andi, bagaimana cara mengembangkan kalimat tersebut dengan menerapkan langkah merinci objek menggunakan panca indra serta memasukkan sudut pandang pelestarian lingkungan agar pembaca ikut merasakan keprihatinan terhadap kondisi hutan tersebut?
5. Analisis dan Perbaikan Kesalahan (Penyuntingan)
Perhatikan paragraf deskripsi berikut yang ditulis oleh seorang siswa: "di kawasan wisata bukit hijau, udaranya sangat sejuk sekali. pengunjung dapat melihat pemandangan kota dari atas bukit. disana kita harus menjaga kebersihan agar alam tetap lestari."
Pertanyaan: Analisislah kesalahan penulisan dalam paragraf di atas berdasarkan kaidah menyunting isi teks deskripsi (khususnya huruf kapital dan kata depan), kemudian tuliskan kembali paragraf tersebut dengan perbaikan yang benar!
KESIMPULAN :
Kesimpulan Materi:
Secara keseluruhan materi ini membahas tentang penyusunan
teks deskripsi yang baik memerlukan 6
langkah utama: menentukan objek, melakukan observasi, membuat kerangka,
mengembangkannya, merinci objek menggunakan panca indra, serta menyunting ejaan
(huruf kapital, tanda baca, dan kata depan). Dalam penulisannya, teks ini dapat
dikembangkan menggunakan 4 pola:
spasial (ruang/tempat), sudut pandang (posisi penulis), pengamatan langsung,
atau fokus pada bagian tertentu dari objek agar pembaca dapat ikut merasakan,
melihat, dan memahami objek yang digambarkan secara nyata.