Senin, 04 Mei 2026

MENULIS SURAT DINAS

NAMA GURU            : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.

MATA PELAJARAN  : BAHASA INDONESIA

HARI/TANGGAL       : SENIN, 04 MEI 2026

KELAS                        : VIIC, VIIA, DAN VIID

MATERI                     : SURAT DINAS DAN SURAT PRIBADI


TUJUAN PEMBELAJARAN:

Peserta didik mampu menulis surat dinas dan surat pribadi sesuai struktur teks, kebahasaan, dan isi surat.


MATERI PEMBELAJARAN :

Pada pertemuan hari ini kita akan memulai materi baru yaitu Surat Dinas dan Surat Pribadi, materi yang akan kita bahas yaitu pengertian, ciri-ciri, dan langkah-langkah menyimpulkan isi surat.

Silahkan kalian baca dan pahami materi Surat Dinas dan Surat Pribadi di bawah ini.


Pengertian Surat Dinas dan Surat Pribadi.

Surat Dinas 

Surat dinas merupakan surat yang ditulis untuk keperluan atau kepentingan kedinasan. Surat dinas biasanya ditujukan kepada instansi atau orang yang memiliki hubungan dengan suatu instansi.

Surat Pribadi

Surat pribadi biasanya ditulis dengan menggunakan bahasa yang santai atau tidak resmi. Meskipun demikian, untuk menulis surat pribadi harus memperhatikan penerimanya. Apabila usianya lebih dewasa harus memperhatikan etika dan sopan santun.


Ciri-Ciri Surat Dinas dan Surat Pribadi

Ciri-Ciri Surat Dinas:

1. Menggunakan kepala surat, lampiran, dan perihal.

2. Ada nomor surat, lampiran, dan perihal.

3. Menyertakan stempel atau cap instansi.

4. Menggunakan kata sapaan, salam pembuka, isi, dan penutup formal.

5. Format, tata tulis, atau susunan penulisannya baku.

6. Menggunakan kata ganti orang pertama (untuk pengirim) dan kata ganti orang kedua (penerima) yang formal.

7. Menggunakan ragam bahasa resmi atau formal karena dibuat atas nama instansi, baik pemerintah atau swasta. Surat dinas ditulis menggunakan bahasa resmi dan formal, sesuai kaidah, serta ejaan tata bahasa baku bahasa Indonesia. Bahasa yang digunakan juga harus efektif dan jelas.


 Ciri-Ciri Surat Pribadi:

1. Menggunakan bahasa santai, tidak formal, tidak resmi, namun tetap santun.

2. Tidak menggunakan kepala surat (kop) dan tidak mempunyai nomor.

3. Isinya berkaitan dengan masalah pribadi, bersifat kekeluargaan, persahabatan, dan perkenalan. Contoh lain adalah menayangkan kabar, keperluan pribadi, dan tujuan komunikasi pribadi yang lain.

4. Salam pembuka dan penutup sangat bervariasi.

5. Format, urutan, atau susunan penulisannya bebas.


Langkah-Langkah Menulis Surat Dinas (Surat Resmi)

1.      Menentukan Tujuan dan Penerima: Memastikan maksud surat (undangan, permohonan, dinas).

2.      Membuat Kop Surat (Kepala Surat): Mencantumkan nama instansi, alamat, dan logo.

3.      Menulis Nomor Surat, Lampiran, dan Perihal: Keterangan formal surat.

4.      Tanggal Surat: Tempat dan tanggal pembuatan.

5.      Alamat Tujuan: Nama dan jabatan penerima (menggunakan Yth.).

6.      Salam Pembuka: Biasanya "Dengan hormat,".

7.      Isi Surat: Alinea pembuka, inti (tujuan), dan penutup.

8.      Salam Penutup dan Tanda Tangan: Nama, jabatan, dan stempel instansi

 

Langkah-Langkah Menulis Surat Pribadi (Surat Tidak Resmi)

1.      Tempat dan Tanggal: Pojok kanan/kiri atas.

2.      Alamat/Tujuan: Nama penerima (lebih santai).

3.      Salam Pembuka: Salam hangat (misal: "Halo," "Hai," "Assalamualaikum").

4.      Paragraf Pembuka: Menanyakan kabar.

5.      Isi Surat: Pesan pribadi (santai/tidak baku namun tetap sopan).

6.      Salam Penutup: Salam akhir (misal: "Salam rindu," "Sahabatmu").

7.      Nama dan Tanda Tangan: Pengirim

 

ASESMEN:

Buatlah Surat Dinas (Surat Resmi) dengan menuliskan di kertas Folio bergaris sesuai dengan sistematika penulisan dan kaidah kebahasaan yang digunakan dalam menulis Surat Dinas.

Jangan lupa mengisi daftar kehadiran di kolom komentar yaa nak