IDENTITAS
NAMA GURU : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
HARI/TANGGAL : SENIN, 31 AGUSTUS 2026
FASE / KELAS : FASE D / IXC DAN IXB
MATERI : MENYUSUN TEKS DESKRIPSI KOMPLEKS
PERTEMUAN KE : 13
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Peserta didik mampu menganalisis secara kritis dan merekonstruksi teks deskripsi kompleks untuk menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Peserta didik dapat merekonstruksi teks deskripsi secara kreatif dengan mengintegrasikan sudut pandang pelestarian lingkungan secara runtut dan sesuai dengan struktur serta kaidah kebahasaan.
· Mindfull (Berkesadaran) : Peserta didik diajak mengamati kondisi objek deskripsi (misalnya pantai atau hutan) secara kritis, baik melalui foto, video, atau pengamatan langsung. Mereka merefleksikan: "Apa yang terjadi pada objek ini jika manusia tidak peduli?" Hal ini melatih kesadaran (mindfulness) akan pentingnya peran mereka sebagai penjaga lingkungan.
· Meaningfull (Bermakna) : Peserta didik menyelipkan gagasan penyelamatan lingkungan yang kontekstual ke dalam teks (misalnya: aksi nyata pengelolaan sampah atau pelestarian flora/fauna endemik di objek yang dideskripsikan), sehingga pembelajaran terasa autentik dan berdampak.
· Joyfull (Menyenangkan) : Proses rekonstruksi dikemas melalui teknik permainan peran, proyek kolaboratif kelompok, atau penggunaan media digital interaktif (misalnya menulis teks deskripsi berwawasan lingkungan dalam bentuk infografis, blog pos, atau storytelling visual).
Peserta didik merasa senang karena diberi kebebasan berekspresi secara kreatif, kolaboratif, dan imajinatif untuk melahirkan karya tulis yang orisinal.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN :
· Tahap Analisis:
Peserta didik mengidentifikasi potensi objek (alam/lingkungan) yang akan dideskripsikan sekaligus menemukan celah untuk memasukkan pesan pelestarian lingkungan.
· Tahap Perencanaan (Menulis):
Peserta didik merancang kerangka teks deskripsi baru dengan menyisipkan gagasan, ide, atau sudut pandang pelestarian lingkungan (misalnya menjaga kebersihan, pelestarian flora/fauna, atau penanggulangan kerusakan alam).
· Tahap Rekonstruksi (Produk):
Peserta didik menulis ulang/merekonstruksi teks deskripsi berdasarkan kerangka yang telah dibuat dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan menarik.
· Tahap Evaluasi & Publikasi:
Peserta didik menyunting (merevisi) hasil rekonstruksi teks deskripsi bersama teman sejawat atau guru.
Peserta didik mempublikasikan atau membacakan hasil akhir teks deskripsi berwawasan lingkungan di depan kelas.
MATERI PEMBELAJARAN :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sebelum kita memasuki materi pembelajaran, mari kita renungkan tiga sifat agung Allah SWT.
Al-Khaliq (Maha Pencipta) :
Peserta didik mengamati keindahan ciptaan alam pada objek yang dideskripsikan, lalu merefleksikannya sebagai bukti kebesaran Allah SWT sebagai Al-Khaliq (Maha Pencipta) yang menciptakan segala sesuatu dengan teratur dan sempurna.
Al-Malik (Maha Memelihara) :
Peserta didik menyadari kedudukan manusia di bumi bukan sebagai pemilik mutlak, melainkan sebagai khalifah (pemimpin/pengelola) di bawah kekuasaan Allah SWT sebagai Al-Malik
Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki) :
Proses ini ditekankan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dan kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT sebagai Al-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) melalui kekayaan alam yang harus dijaga kelestariannya.
Baik kita akan memulai materi Menyusun Teks Deskripsi Kompleks
Berikut adalah Power Point tentang materi Menyusun Teks Deskripsi Kompleks
Materi yang disampaikan dalam Power Point di atas membahas tentang materi Meyusun Teks Deskripsi Kompleks, berikut penjelasannya:
Langkah-Langkah Menyusun Teks Deskripsi
1. Menentukan Objek atau Tema yang Akan Dideskripsikan
Sebelum menyusun teks deskripsi harus terlebih dahulu tentukan objek yang akan disusun
2. Melakukan Observasi
Teks deskripi merupakan teks yang menggambarkan objek secara detail, untuk menggambarkan objek secara detail harus melakukan observasi terlebih dahulu
3. Membuat Kerangka Karangan
Buatlah kerangka karangan yang berfungsi untuk mempermudah membuat teks deskripsi agar lebih terstruktur
4. Mengembangkan Kerangka Karangan
Kembangkan topik-topiknya dengan memberikan beberapa kalimat perincian dan hubungkan antartopik dengan bahasa yang baik dan konjungsi yang tepat
5. Merinci Objek
Merinci objek atau suasana menggunakan kata dan kalimat yang merangsang pancaindra, agar pembaca seolah melihat, mendegar, atau , merasakan yang digambarkan dalm teks
6. Menyunting Karangan
Kegiatan menyunting menyatu dengan proses menulis teks deskripsi, yaitu dengan memeriksa kembali untuk memperbaiki, sehingga kesalahan dalam karangan dapat dihindari
Menyunting Isi Teks Deskripsi :
1. Huruf Kapital
2. Tanda Titik
3. Tanda Koma
4. Kata Depan
Pola Pengembangan Teks Deskripsi :
1. Deskripsi Spasial
Pola deskripsi spasial merupakan suatu pola pengembangan paragraf yang menggambarkan objek berupa ruang, benda, atau tempat
2. Deskripsi Sudut Pandang
Pola deskripsi sudut pandang merupakan pola yang didasrkan atas posisi penulis dalam mengambarkan objek. Pola pengembangan sudut pandang ada dua yaitu sudut pandang subjektif dan sudut pandang objektif
3. Deskripsi Pengamatan (Observasi)
Pola deskripsi pengamatan (observasi) adalah suatu pola paragraf yang dikembangkan dengan melakukan pengamatan terhadap objek yang akan dideskripsikan. Pembaca seolah-olah dapat melihat atau mengalami sendiri tentang objek yang dilukiskan
4. Deskripsi Fokus
Pola deskripsi fokus merupakan suatu pola yang dikembangkan dengan menonjolkan suatu bagian objek yang dideskripsikan. Perhatian pembaca atau pendengar terfokus pada bagian objek yang dideskripsikan. Paragraf deskripsi fokus dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa, objek benda, atau manusia.
Agar kalian lebih memahami tentang materi Teks Deskripsi Kompleks, maka silahkan kalian simak video berikut :
https://www.youtube.com/watch?v=hawnX-5kxC0
Media Pembelajaran dan Alat Praga yang digunakan dalam materi pembelajaran Menyusun Teks Deskripsi adalah video atau foto perbandingan objek, teks model berwawasan lingkungan untuk menginspirasi gagasan peserta didik. Selain itu, digunakan LKPD terstruktur sebagai panduan rekonstruksi, diorama atau maket lingkungan sebagai model visual 3D, benda konkret (seperti sampel alam dan sampah) untuk merangsang diksi sensorik, serta peta konsep untuk memetakan struktur teks secara runtut.
ASESMEN:
1. Perhatikan ilustrasi berikut!
Seorang siswa ingin menulis teks deskripsi tentang sebuah hutan bakau (mangrove) di pesisir pantai. Agar pembaca tidak hanya tahu bentuk fisik hutannya, tetapi juga merasakan suasana tenang sekaligus keprihatinan terhadap sampah plastik yang tersangkut di akar pohon, maka pola pengembangan paragraf dan penggunaan panca indra yang paling tepat dipilih oleh siswa tersebut adalah...
A. Pola spasial dengan dominasi indra penglihatan semata.
B. Pola fokus dengan menonjolkan keindahan hijau daun mangrove secara objektif.
C. Pola sudut pandang subjektif dengan merinci objek menggunakan indra penglihatan dan peraba.
D. Pola pengamatan dengan memusatkan perhatian pada kontras keindahan alam dan pencemaran, serta melibatkan indra penglihatan dan perasa.
2. Perhatikan draf kalimat teks deskripsi berikut!
(1) Di sebelah utara pesisir pantai parangtritis, deburan ombak terdengar menghantam karang dengan gagahnya. (2) Angin laut berembus kencang menerpa wajah, membawa aroma khas air asin yang menyengat. (3) Sayangnya, hamparan pasir putih yang luas kini tercoreng oleh botol-botol plastik bekas yang berserakan di sepanjang garis pantai.
Berdasarkan langkah-langkah menyusun teks deskripsi, draf di atas merupakan wujud dari tahap...
A. Membuat kerangka karangan berdasarkan struktur umum.
B. Mengembangkan kerangka karangan sekaligus merinci objek menggunakan panca indra dan sudut pandang pelestarian lingkungan.
C. Melakukan observasi lapangan untuk mencari data primer objek wisata.
D. Menyunting isi teks deskripsi dari segi huruf kapital dan tanda baca.
3. Perhatikan kutipan teks deskripsi berikut!
"Kawasan wisata air terjun itu dikelilingi oleh tebing batu yang menjulang tinggi. Jika kita berdiri tepat di bawah air terjun, percikan airnya terasa sangat dingin di kulit, menyatu dengan suara gemuruh air yang memekakkan telinga namun menenangkan jiwa."
Pola pengembangan yang digunakan dalam kutipan teks deskripsi di atas adalah...
A. Pola Spasial dan Pola Pengamatan
B. Pola Fokus dan Pola Sudut Pandang Subjektif
C. Pola Spasial dan Pola Fokus
D. Pola Sudut Pandang Objektif dan Pola Pengamatan
4. Studi Kasus Penulisan Teks Deskripsi
Sebuah sekolah mendapat tugas menulis teks deskripsi tentang "Keadaan Hutan Kota yang Mulai Rusak". Seorang siswa bernama Andi hanya menulis: "Hutan kota itu luas dan banyak pohon yang ditebang." Kalimat tersebut dinilai terlalu singkat dan belum memenuhi kriteria teks deskripsi yang baik.
Pertanyaan: Jika Anda berada di posisi Andi, bagaimana cara mengembangkan kalimat tersebut dengan menerapkan langkah merinci objek menggunakan panca indra serta memasukkan sudut pandang pelestarian lingkungan agar pembaca ikut merasakan keprihatinan terhadap kondisi hutan tersebut?
5. Analisis dan Perbaikan Kesalahan (Penyuntingan)
Perhatikan paragraf deskripsi berikut yang ditulis oleh seorang siswa: "di kawasan wisata bukit hijau, udaranya sangat sejuk sekali. pengunjung dapat melihat pemandangan kota dari atas bukit. disana kita harus menjaga kebersihan agar alam tetap lestari."
Pertanyaan: Analisislah kesalahan penulisan dalam paragraf di atas berdasarkan kaidah menyunting isi teks deskripsi (khususnya huruf kapital dan kata depan), kemudian tuliskan kembali paragraf tersebut dengan perbaikan yang benar!
KESIMPULAN :
Kesimpulan Materi:
Secara keseluruhan materi ini membahas tentang penyusunan teks deskripsi yang baik memerlukan 6 langkah utama: menentukan objek, melakukan observasi, membuat kerangka, mengembangkannya, merinci objek menggunakan panca indra, serta menyunting ejaan (huruf kapital, tanda baca, dan kata depan). Dalam penulisannya, teks ini dapat dikembangkan menggunakan 4 pola: spasial (ruang/tempat), sudut pandang (posisi penulis), pengamatan langsung, atau fokus pada bagian tertentu dari objek agar pembaca dapat ikut merasakan, melihat, dan memahami objek yang digambarkan secara nyata.
Kesimpulan Hasil Pembelajaran:
Secara keseluruhan, rangkaian pembelajaran berbasis Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) untuk materi menyusun teks deskripsi kompleks telah berjalan dengan efektif dan interaktif. Pembelajaran ini berhasil membangun jembatan antara pemahaman teoretis dan kesadaran kritis peserta didik terhadap objek nyata di lingkungan sekitar.
Berdasarkan refleksi dan pemantauan selama proses pembelajaran:
· Sebagian besar peserta didik telah menguasai materi dengan baik, mampu mengikuti langkah-langkah penyusunan teks deskripsi, serta dapat menerapkan pola pengembangan dengan tepat.
· Sebagian kecil peserta didik masih memerlukan bimbingan lanjutan, khususnya dalam hal ketelitian menyunting ejaan dan merinci objek menggunakan panca indra agar deskripsi terasa lebih hidup.
putri Nabila sari 9b
BalasHapuskesimpulan:proses menggambarkan suatu objek secara rinci, mendalam, dan konkret yang melibatkan pancaindra agar pembaca dapat ikut merasakan atau membayangkan objek tersebut seolah-olah mengalaminya sendiri.
anggun 9c
BalasHapuskesimpulan: teks deskripsi adalah menggambarkan objek secara rinci dan konkret dengan melibattkan panca indra
nabilah hairunnisa 9B
BalasHapuskesimpulan: teks deskripsi adalah menggambarkan objek secara rinci dan konkret, agar pembaca dapat membayangkan objek secara jelas dan nyata
Masayu Soraya Janeeta 9B
BalasHapusKesimpulan : Penyusunan teks deskripsi kompleks adalah proses menggambarkan suatu objek secara jelas, rinci, konkret, agar pembaca benar benar mendapatkan gambaran objek tersebut dengan muda, dengan melibatkan pancaindra.
Pangeran Jagad Raya 9 B
BalasHapusKesimpulan : teks deskripsi adalah menggambarkan suatu objek secara rinci, jelas, dan konkret dengan melibatkan panca indra kita
salsabila farahani 9c
BalasHapusjawaban:
1. D
2. B
3. C
4. Hutan kota itu cukup luas dan memiliki banyak pohon. Namun, beberapa pohon sudah ditebang sehingga tempatnya terlihat gersang dan terasa lebih panas. Menurut saya, kondisi ini cukup memprihatinkan karena pohon sangat penting untuk menjaga udara dan lingkungan. Kita seharusnya menjaga pohon yang masih ada dan menanam pohon kembali di area yang sudah rusak.
5. Kesalahan penulisan:
Awal kalimat harus menggunakan huruf kapital.
"disana" harus ditulis "di sana" karena "di" menunjukkan tempat.
"sangat sejuk sekali" kurang tepat karena memakai dua penegas sekaligus.
Penulisan:
Di kawasan wisata Bukit Hijau, udaranya sangat sejuk. Pengunjung dapat melihat pemandangan kota dari atas bukit. Di sana, kita harus menjaga kebersihan agar alam tetap lestari.
BalasHapusHapus komentar dari: Bahasa Indonesia
Bayu Al fahmi 9c memberi komentar...
Bayu Al fahmi 9c
remedial ujian bahasa Indonesia
1.d
2.b
3.a
4.hutan kota itu sangat luas dan dahulu dipenuhi banyak pohon yang rindang. namun, kini banyak pohon telah ditebang sehingga suasana hutan terasa lebih panas dan gersang. dari kejauhan, terlihat batang' pohon yang tersisa dan tanah yang mulai kering. udara yang biasanya sejuk kini terasa lebih panas, sementara suara burung semakin jarang terdengar. kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena kerusakan hutan dapat mengurangi keseimbangan lingkungan. oleh karena itu, kita harus menjaga hutan dengan menanam kembali pohon dan tidak melakukan penebangan sembarangan agar hutan tetap hijau dan lestari
5.Huruf Kapital di Awal KalimatKata "di", "pengunjung", dan "disana" berada di awal kalimat, sehingga huruf pertamanya harus menggunakan huruf kapital ("Di", "Pengunjung", "Di sana").Huruf Kapital untuk Nama GeografiFrasa "bukit hijau" merupakan nama geografis spesifik yang berfungsi sebagai nama tempat wisata, sehingga harus ditulis dengan huruf kapital ("Bukit Hijau").Penulisan Kata DepanKata "disana" salah karena kata depan "di" yang menunjukkan tempat harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya ("di sana").Pemborosan Kata (Pleonasme)Frasa "sangat sejuk sekali" tidak efektif karena kata sangat dan sekali memiliki arti yang sama. Cukup gunakan salah satu saja: "sangat sejuk" atau "sejuk sekali".
syafira 9c
BalasHapuskesimpulan: teks deskripsi adalah menggambarkan objek secara rinci dan konkret dengan melibattkan panca indra
M. Alfathama Dante Saputra 9B
BalasHapusKesimpulannya
Teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek secara rinci agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan objek tersebut. Penyusunannya dilakukan dengan observasi, membuat kerangka, mengembangkan isi, merinci objek, dan menyunting tulisan.
Adhyastha putra pratama 9c
BalasHapusJawaban:
D.
B.
C.
4.hutan kota itu sangat luas dan dahulu dipenuhi banyak pohon yang rindang. namun, kini banyak pohon telah ditebang sehingga suasana hutan terasa lebih panas dan gersang. dari kejauhan, terlihat batang' pohon yang tersisa dan tanah yang mulai kering. udara yang biasanya sejuk kini terasa lebih panas, sementara suara burung semakin jarang terdengar. kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena kerusakan hutan dapat mengurangi keseimbangan lingkungan. oleh karena itu, kita harus menjaga hutan dengan menanam kembali pohon dan tidak melakukan penebangan sembarangan agar hutan tetap hijau dan lestari
5.Huruf Kapital di Awal KalimatKata "di", "pengunjung", dan "disana" berada di awal kalimat, sehingga huruf pertamanya harus menggunakan huruf kapital ("Di", "Pengunjung", "Di sana").Huruf Kapital untuk Nama GeografiFrasa "bukit hijau" merupakan nama geografis spesifik yang berfungsi sebagai nama tempat wisata, sehingga harus ditulis dengan huruf kapital ("Bukit Hijau").Penulisan Kata DepanKata "disana" salah karena kata depan "di" yang menunjukkan tempat harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya ("di sana").Pemborosan Kata (Pleonasme)Frasa "sangat sejuk sekali" tidak efektif karena kata sangat dan sekali memiliki arti yang sama. Cukup gunakan salah satu saja: "sangat sejuk" atau "sejuk sekali".
cecilia azkadina noureen 9c
BalasHapusjawaban :
1.d
2.b
3.c
4. hutan kota dulunya luas dan rimbun. daun hijau terlihat segar, udara terasa sejuk, dan suara daun serta kicau burung terdengar damai. kini banyak pohon ditebang, tanah jadi gersang, udara terasa panas, dan suasana sepi. sangat memprihatinkan karena pohon menjaga udara tetap bersih. Kita harus menjaga sisa pohon dan menanam kembali.
5.kesalahan penulisan
•awal kalimat tidak pakai huruf kapital
•disana seharusnya di sana
•sangat sejuk sekali berlebihan, cukup satu penegas
perbaikan :
Di kawasan wisata Bukit Hijau, udaranya sangat sejuk. Pengunjung dapat melihat pemandangan kota dari atas bukit. Di sana, kita harus menjaga kebersihan agar alam tetap lestari.
kesimpulan :
teks deskripsi berisi penggambaran suatu objek secara terperinci dan nyata atau konkret dengan melibatkan panca indra pembaca.
Nada Qaribu Anshori 9B
BalasHapusJawaban:
1.D
2.B
3.A
4. Hutan kota itu dahulu tampak hijau dan rindang dengan pepohonan yang memenuhi hampir seluruh kawasan. Kini, banyak pohon telah ditebang sehingga bagian hutan terlihat gersang dan terbuka. Dari kejauhan, suara burung yang biasanya terdengar mulai jarang, sementara udara terasa lebih panas karena berkurangnya pepohonan. Tanah yang terbuka juga terasa kering dan berdebu ketika diinjak. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena hutan kota berperan penting dalam menjaga kesejukan udara dan lingkungan. Oleh karena itu, penebangan pohon harus dikurangi dan penghijauan perlu dilakukan agar kelestarian hutan tetap terjaga.
5.Kesalahan pada paragraf tersebut terdapat pada penggunaan huruf kapital dan kata depan. Kata “di” pada awal kalimat harus ditulis dengan huruf kapital menjadi “Di”. Kata “bukit hijau” ditulis “Bukit Hijau” jika merupakan nama khusus tempat. Kata “pengunjung” pada awal kalimat juga harus diawali huruf kapital. Selain itu, kata “disana” harus ditulis “di sana” karena “di” berfungsi sebagai kata depan yang menunjukkan tempat. Frasa “sangat sejuk sekali” juga kurang efektif karena menggunakan dua kata penguat, sehingga cukup ditulis “sangat sejuk”. Setelah diperbaiki, paragraf tersebut menjadi: “Di kawasan wisata Bukit Hijau, udaranya sangat sejuk. Pengunjung dapat melihat pemandangan kota dari atas bukit. Di sana, kita harus menjaga kebersihan agar alam tetap lestari.”
darren alfantino 9c
BalasHapusjawaban
1d
2b
3c
4hutan kota itu sangat luas dan dahulu dipenuhi banyak pohon yang rindang. namun, kini banyak pohon telah ditebang sehingga suasana hutan terasa lebih panas dan gersang. dari kejauhan, terlihat batang' pohon yang tersisa dan tanah yang mulai kering. udara yang biasanya sejuk kini terasa lebih panas, sementara suara burung semakin jarang terdengar. kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena kerusakan hutan dapat mengurangi keseimbangan lingkungan. oleh karena itu, kita harus menjaga hutan dengan menanam kembali pohon dan tidak melakukan penebangan sembarangan agar hutan tetap hijau dan lestari
5Huruf Kapital di Awal KalimatKata "di", "pengunjung", dan "disana" berada di awal kalimat, sehingga huruf pertamanya harus menggunakan huruf kapital ("Di", "Pengunjung", "Di sana").Huruf Kapital untuk Nama GeografiFrasa "bukit hijau" merupakan nama geografis spesifik yang berfungsi sebagai nama tempat wisata, sehingga harus ditulis dengan huruf kapital ("Bukit Hijau").Penulisan Kata DepanKata "disana" salah karena kata depan "di" yang menunjukkan tempat harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya ("di sana").Pemborosan Kata (Pleonasme)Frasa "sangat sejuk sekali" tidak efektif karena kata sangat dan sekali memiliki arti yang sama. Cukup gunakan salah satu saja: "sangat sejuk" atau "sejuk sekali".
ghifara At Tin Kimay 9C
BalasHapuskesimpulan: teks deskripsi adalah menggambarkan objek secara rinci dan konkret dengan melibattkan panca indra
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPangeran Jagad Raya 9 B 1
BalasHapus1. D
2. B
3. A
4. Memasuki kawasan hutan kota yang semula luas ini, sejauh mata memandang kini hanya tampak hamparan Tunggul pohon yang meranggas akibat ditebang secara paksa. Sungguh memprihatinkan, tidak ada lagi kanopi hijau yang meneduhi bumi dari sengatan matahari, melainkan tanah gundul yang mulai gersang dan berdebu. Kesunyian hutan mencekam kini sesekali di pecahkan oleh deru gergaji, mengusir kicau burung yang kehilangan rumahnya.
5. di ( awal paragraf ) : Salah karena kalimat harus menggunakan huruf kapital ( Di ) .
Bukit hijau : salah karena nama diri geografis atau nama tempat wisata harus menggunakan huruf kapital ( Bukit Hijau ).
pengunjung : Salah karena awal kalimat baru setelah setelah tanda titik harus menggunakan huruf kapital ( Pengunjung ).
disana : salah karena kata depan di yang menunjukkan tempat hurus di tulis terpisah dari kara yang mengikutinya. Selain itu karena berada di awal kalimat, huruf pertama harus kapital ( Di sana ).
Navara Azka Wijayanto
BalasHapus9b
D
B
A
4.Hutan kota itu tampak luas dengan deretan pohon yang kini banyak berkurang akibat penebangan. Di beberapa sudut, tanah yang biasanya teduh mulai terasa panas karena sinar matahari langsung menembus celah-celah pepohonan. Daun-daun yang tersisa tampak layu, sementara suara burung yang dulu ramai kini hampir tidak terdengar. Kondisi ini membuat suasana hutan kota terasa sepi dan memprihatinkan, seolah meminta kita segera menjaga dan melestarikannya sebelum kerusakan semakin parah.”Pengembangan ini sudah memakai rincian pancaindra, terutama penglihatan dan pendengaran, serta memasukkan sudut pandang pelestarian lingkungan agar pembaca ikut prihatin.