NAMA GURU : NADYA RAMANDHANI, S.Pd.
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
HARI/TANGGAL : SENIN, 27 APRIL 2026
KELAS : VIIC, VIIA, DAN VIID
MATERI : SURAT DINAS DAN SURAT PRIBADI
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta
didik mampu membandingkan surat dinas dan surat pribadi, menyimpulkan isi dan
tujuan surat dinas dan surat pribadi, menelaah struktur dan aspek kebahasaan
surat dinas dan surat pribadi.
MATERI PEMBELAJARAN :
Pada pertemuan hari ini kita akan memulai materi baru yaitu Surat Dinas dan Surat Pribadi, materi yang akan kita bahas yaitu pengertian, ciri-ciri, dan langkah-langkah menyimpulkan isi surat.
Silahkan kalian baca dan pahami materi Surat Dinas dan Surat Pribadi di bawah ini.
Pengertian Surat Dinas dan Surat Pribadi.
Surat Dinas
Surat dinas merupakan surat yang ditulis untuk keperluan atau kepentingan kedinasan. Surat dinas biasanya ditujukan kepada instansi atau orang yang memiliki hubungan dengan suatu instansi.
Surat Pribadi
Surat pribadi biasanya ditulis dengan menggunakan bahasa yang santai atau tidak resmi. Meskipun demikian, untuk menulis surat pribadi harus memperhatikan penerimanya. Apabila usianya lebih dewasa harus memperhatikan etika dan sopan santun.
Ciri-Ciri Surat Dinas dan Surat Pribadi
Ciri-Ciri Surat Dinas:
1. Menggunakan kepala surat, lampiran, dan perihal.
2. Ada nomor surat, lampiran, dan perihal.
3. Menyertakan stempel atau cap instansi.
4. Menggunakan kata sapaan, salam pembuka, isi, dan penutup formal.
5. Format, tata tulis, atau susunan penulisannya baku.
6. Menggunakan kata ganti orang pertama (untuk pengirim) dan kata ganti orang kedua (penerima) yang formal.
7. Menggunakan ragam bahasa resmi atau formal karena dibuat atas nama instansi, baik pemerintah atau swasta. Surat dinas ditulis menggunakan bahasa resmi dan formal, sesuai kaidah, serta ejaan tata bahasa baku bahasa Indonesia. Bahasa yang digunakan juga harus efektif dan jelas.
Ciri-Ciri Surat Pribadi:
1. Menggunakan bahasa santai, tidak formal, tidak resmi, namun tetap santun.
2. Tidak menggunakan kepala surat (kop) dan tidak mempunyai nomor.
3. Isinya berkaitan dengan masalah pribadi, bersifat kekeluargaan, persahabatan, dan perkenalan. Contoh lain adalah menayangkan kabar, keperluan pribadi, dan tujuan komunikasi pribadi yang lain.
4. Salam pembuka dan penutup sangat bervariasi.
5. Format, urutan, atau susunan penulisannya bebas.
Langkah-Langkah Menyimpulkan Isi Surat:
1. Membaca isi surat dengan cermat dan teliti.
2. Jika perlu, mencatat setiap informasi yang terdapat dalam surat.
3. Mengidentifikasi informasi dalam surat tersebut.
4. Menyusun hasil identifikasi menjadi paragraf kesimpulan yang padu.
ASESMEN:
Bacalah materi surat dinas dan surat pribadi kemudian identifikasi manakah yang termasuk ke dalam surat dinas dan manakah yang termasuk ke dalam surat pribadi serta simpulkan isi surat tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar